Minggu, 13 Agustus 2017

Jurnalawas - Persepsi Rasa

Gambar Anime "Fuuka" yang ditulis oleh Kouji Seo dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai
Aku takut terjebak pada fase dimana peduli menjadi apati. Karena setiap orang bisa saja lelah karena segala bentuk usaha untuk membuat pasangannya bahagia terbuang sia-sia. Semua bisa kamu sadari ketika perhatianku yang sedikit demi sedikit memudar hingga pada akhirnya menghilang tanpa jejak.

Aku terlalu takut untuk melakukan kesalahan. Mungkin hal itu yang membuatmu tidak nyaman atas tindakanku yang kamu anggap kurang pantas. Padahal, semua yang aku lakukan adalah perbaikan untuk menjadi apa yang kamu inginkan. Hanya saja perbedaan persepsi yang sangat signifikan membuat kita selalu bertolak belakang.

Ada hal yang tidak bisa aku ungkapkan, yaitu rindu dan cinta yang selalu tenggelam oleh rasa kecewa. Aku bukan angin yang datang sesaat padamu hanya untuk menyejukan lalu pergi saat panasmu hilang. Tapi terkadang, aku terlalu mudah memaafkan kesalahan karena risiko kehilangan yang aku takutkan. Pada akhirnya, yang pergi akan tetap pergi sekuat apapun aku menggenggamnya.

Apa adanya, deskripsi aku yang sesungguhnya. Kamu menerima segala kekurangan dan mungkin kelebihanku adalah harapan paling sempurna. Sebaliknya, tidak perlu kamu lelah berharap karena aku akan melakukan dengan sebaik yang kamu kira.

Apakah kita akan bersama atau tidak di masa depan? Itu tidak masalah karena saat ini adalah kamu alasanku untuk tetap berjuang. Jika saja kamu menyadari, hari ini rasa sayangku masih sama seperti kemarin saat senyum indahmu hadir disela bertemunya tatap mata kita.

Apa alternatif dari pertemuan? Ya, adalah kita yang bisa saling mendoakan karena rindu bisa terbayar ketika kita melibatkan Tuhan. Aku tidak bisa membiarkan hati menunggumu untuk datang dan menetap. Karena seseorang bisa saja menjauh dari hidup karena terlalu lelah berharap pada hati tanpa kepastian.

Hati kita jauh meski raga begitu dekat. Sikap dinginmu bekukan hati yang sedang berharap. Jangan main-main jika tidak ingin membuat seseorang terlalu berharap. Karena ketika kenyataan bahwa salah satunya tidak memiliki perasaan yang sama adalah hal yang paling menyakitkan.

Mengalihkan bayang wajahmu mungkin saja aku bisa, tapi untuk segala kenangan yang pernah kita lalui bersama adalah tindakan yang tidak akan pernah aku lakukan. Semua orang tau caranya untuk move on, tapi tidak semuanya bisa melakukan.

Apa yang harus aku lakukan ketika seseorang datang menawarkan cinta dan hubungan yang lebih indah, di saat aku belum bisa menyembuhkan luka atasmu yang baru saja pergi meninggalkan?

Ada kemungkinan yang aku percayai meski risiko kecewa terus membayangi. Adalah kamu akan datang kembali pada seseorang yang kamu abaikan padahal dulu orang itu sangat mempedulikanmu. Adalah aku yang berusaha menjadi terbaik untukmu meski jauh dari kata sempurna. Adalah aku yang merelakan waktu untuk menemanimu dikala kamu butuh dan rapuh. Adalah aku yang sangat mencintai saat kamu menyia-nyiakannya.

Mungkin, kita hanya ditakdirkan untuk bertemu sementara.
Bukan untuk bersama membangun kisah bahagia selamanya.

---

Tangerang, 13 Agustus 2017
Idris Saripudin
#9

Jumat, 09 Juni 2017

Jurnalawas - Pola Mencintai

Gambar Anime "Fuuka" yang ditulis oleh Kouji Seo dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai

Aku menerimamu apa adanya, karena aku tidak ingin memaksamu untuk menjadi apa yang aku inginkan. Saat bersamamu adalah waktu yang membuatku tenang. Kamu adalah alasan aku berhenti mencari karena aku terlalu sibuk untuk membuatmu bahagia, lagi dan lagi.

Aku tidak seromantis mereka yang setiap bulan ataupun tahun bisa memberikanmu kejuatan coklat, bunga, kado barang mewah, apalagi mengajakmu ke tempat romantis di tepi pantai atau puncak gunung saat hari spesial yang mereka sebut “hari jadian”.

Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan materi seperti itu. Karena, ada cara lain yang lebih baik untuk menyatakan rasa cintaku. Kelak, aku akan berkunjung ke rumahmu bukan sebagai kekasih, melainkan seorang pria sejati yang hendak meminta restu orang tuamu agar anaknya bisa aku nikahi.

Tanpa sepengetahuanmu aku memejamkan mata dan menengadahkan tangan ke atas saat malam sambil merapalkan doa dengan namamu di dalamnya. Itulah cara terbaik bagiku untuk mencoba mengetuk pintu hatimu dan membiarkan Tuhan membantu agar aku bisa membukanya.

Aku memintamu untuk tidak meninggalkan aku demi orang lain. Karena aku berani menjamin bahwa hanya aku yang bisa mencintai dengan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu. Cinta yang terus beranjak menjadikanku lebih bersabar ketika jarak menjadi penghalang rindu saat aku menantimu.

Pahitnya kopi tanpa gula, seperti aku yang hampa saat kita tidak bersama. Pahit dan pedihnya akan hilang oleh manis dan bahagianya kenangan yang kita buat. Tapi, saat kopi yang aku minum terlalu manis. Aku akan mengenang masa kelam kita saat kau pergi menyisakan banyak tanya.

Kadang, aku lebih memilih diam daripada harus menceritakan segala keluh kesah masalah yang melanda. Karena banyak diantara mereka bukan merasa peduli dengan keadaan tapi hanya penasaran dan mungkin haus akan gosip murahan.

Kegagalan adalah awal dari kegagalan-kegagalan berikutnya, saat aku terus tersungkur dan tersingkir dari persaingan meraih cinta yang sebenarnya bertepuk sebelah tangan. Aku tidak merasa kesal teramat sangat dan larut dalam kekecewaan. Tapi bersyukur karena Tuhan menunjukan kuasa-Nya, bahwa saat ini adalah bukan waktu yang tepat untuk berlarut-larut mencari pelabuhan hati untuk menetap.

Denganmu, kegagalanku terasa indah.
Saatnya hati belajar mengikhlaskan diri atas hadirnya ketidakpastian.

---

Tangerang, 9 Juni 2017
Idris Saripudin
#8

Rabu, 17 Mei 2017

Jurnalawas - Cinta Aksiomatis

Gambar Anime "Fuuka" yang ditulis oleh Kouji Seo dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai

Sahabatku pernah berkata “Jika ada wanita yang mendekatimu duluan, maka pertahankan. Karena tidak semua wanita berani menunjukan perasaannya duluan”.

Pernyataan ambigu itu membuatku tidak pernah mengerti cara berpikir wanita, mungkin itulah alasan kenapa aku selalu terluka karenanya. Apakah selama ini yang aku lakukan salah? Atau mungkin aku terlalu percaya bahwa pengorbanan adalah kunci mempertahankan? Tapi, alasan kamu pergi adalah hal yang paling aku pertanyakan.

Kedatanganmu, aku percaya keajaiban Tuhan. Kepergianmu, aku percaya kuasa-Nya. Skenario-Nya amatlah sederhana, hanya saja aku terlalu berpikir rumit daripada menikmati prosesnya. Padahal Tuhan tahu yang terbaik untuk hambanya, hanya saja aku terlalu percaya diri akan pilihan.

Andai saja kita tak sedekat itu, atau tidak kenal sekalipun. Benang merah akan tetap mengikat kita dan menyatukan jalan cerita. Semua tidak bisa dipungkiri. Aku datang dengan suka dan kamu memaksaku pergi bersama duka lara.

Tidak perlu saling menyalahkan, introspeksi diri mungin lebih tepat. Meski sudah sejauh ini, aku tetap tidak bisa menyatakan perasaanku. Hari terus berlalu dan hubungan kita tidak akan sama. Meski sedikit memaksa, tetap saja tembok besar itu tidak akan bisa aku runtuhkan.

Mempertahankan akan menyita banyak waktu, tenaga, pikiran, dan perasaan. Itu alasan kenapa banyak hubungan yang tidak bertahan lama. Seharusnya kita melakukannya dengan sederhana, tapi semua tidak berarti jika aku sendiri yang berjuang.

Aku tidak menyalahkanmu atas keputusan itu, hanya saja aku tidak habis pikir kenapa semua berbeda dengan rencana awal kita. Seharusnya aku lebih peka atau mungkin tetap mempertahankannya. Tapi di lain sisi aku juga tidak ingin mengekang segala hak untukmu bebas.

Lantas, perlukah aku memutar arah?

Aku terlalu jauh melangkah sampai tersesat sendirian. Awalnya kita bersama melewati segala halang rintang dan rumitnya rute yang kita anggap hanya bentuk kecil dari cobaan. Nyatanya, yang tersisa kini dari kebersamaan adalah aku yang tamat tanpa kamu yang harusnya menjadikanku hebat.

Aku terlalu lelah diuji dengan kesabaran. Bukan karena cemburu, tapi oleh ketidakpastian yang kau tawarkan. Seharusnya aku berhenti untuk mencari tahu sebelum sakit hati saat terungkap kebenaran.

Aku tidak ingin menyalahkan hati karena terlalu mengharapkanmu. Hanya saja aku yang terlalu yakin bahwa merindukanmu adalah bukti alasan aku berhenti mencari.

Saat kamu menjauh adalah hal yang aku takutkan. Oleh karena itu aku berusaha terlihat biasa saja saat bersamamu. Bukan karena munafik. Yang aku khawatirkan adalah kamu pergi ketika tahu aku terlalu mencintai.

Aku yakin Tuhan selalu menguji kesabaran. Meski tidak menyenangkan, tapi menunggu adalah cobaan yang tidak mungkin terhindarkan.

Aku, hujan yang tidak ingin membebani awan.
Kamu, jadilah pelangi indah saat selesai tangis penyesalan…

---

Tangerang, 17 Mei 2017
Idris Saripudin
#7

Rabu, 03 Mei 2017

Jurnalawas - Histori Patah Hati

Gambar Anime "Fuuka" yang ditulis oleh Kouji Seo dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai

Awalnya kita hanya bercanda, pada akhirnya aku lebih dulu jatuh cinta. Padahal kamu bawel, tapi hal itu yang akhirnya aku rindukan. Dilema selalu melanda, dan itu yang membuatku sulit berkata.

Aku ingin berkata jujur, tapi aku takut itu menyakitimu. Aku ingin berkata bohong, tapi itu akan mengecewakanmu. Lantas, apakah aku harus diam?

Aku selalu terlambat untuk mengkondisikan hati sehingga sering menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi. Tapi ketika semua perkataan sudah tidak bisa kamu mengerti, apakah diamku lebih berarti? Satu hal yang akan disesali adalah jika kelak kita sama-sama pergi.

Aku akan selalu memperhatikanmu dari jauh dan menjagamu dalam diam. Sampai kamu menyadari bahwa aku adalah orang yang harusnya terpilih dan kamu menangkan. Karena mencintai seseorang bukanlah hal yang salah, meski terkadang air mata menjadi simbol untuk berpisah. 

Cinta begitu pedih jika hanya aku yang mencintai, tapi akan lebih berarti jika kita bisa saling mencintai. Keberanianku tidak sebesar mereka yang mencoba mendekatimu. Aku lebih memilih mencintaimu dari kejauhan meski raga begitu dekat.

Aku selalu berharap suatu saat kamu akan tersadar dengan rasa yang aku tunjukan. Prosesnya memang memakan waktu, tapi lebih baik ketimbang lebih dulu memulai tanpa persiapan dengan risiko kehilangan yang menyedihkan.

Jangan memintaku untuk berhenti mencintaimu, apalagi menjauhimu. Karena kedua hal itu yang paling sulit aku lakukan. Mungkin suatu saat aku tersadar betapa bodohnya ketika membaca pesan lama kita yang tersimpan dalam database dunia maya. Karena pada saat itu hanya aku yang memperjuangkan sedangkan kamu mempecundangkan.

Yang terbaik darimu akan selalu ada, tapi aku tidak ingin yang terbaik selain kamu. Harusnya yang terbaik tidak akan meninggalkan, tapi kamu pengecualian. Kamu terlalu sibuk mengejar yang jauh, sampai lupa yang melekat sudah terlepas jauh. Karena ketahuilah, banyak yang merasakan kesepian meski telah jatuh cinta. Itu aku, yang mencintai tanpa pernah diindahkan.

Denganmu mengutuk langkah, tanpamu hidupku penuh duka lara. Sepanjang perjalanan sejak kita berkenalan, apakah kamu merasakan kebahagiaan? Aku rasa kamu hanya akan mengatakan semuanya sama saja.

Ada dan tiadanya aku di sampingmu tidak akan berdampak apapun di kehidupanmu. Satu hal yang perlu kamu tahu, notifikasi pesan darimu di linimasa adalah moodbooster-ku di kala rapuh. Tapi itu bukan lagi cerita saat pesan bertanda hilang tanpa sempat kusimpan dalam draf.

Dulu, Kini, dan nanti.

Dulu, aku sangat mengagumi dirimu, hingga senyum itu mengaduk rindu dan menyayat kalbu. Kini, aku berperang dengan ego untuk memerdekakan hati dari jajahan indahnya masalalu. Nanti, aku akan hidup tenang dan bahagia andai saja kamu ada dalam setiap rencana masa depanku.

Teruntuk kamu, senja yang ingin tenggelam..
Izinkanlah aku bertahan sampai akhirnya bulan memaksaku untuk menyerah! 

---

Tangerang, 3 Mei 2017
Idris Saripudin
#6

Jumat, 21 April 2017

Jurnalawas - Terminologi Janji

Gambar Anime "Fuuka" yang ditulis oleh Kouji Seo dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai
Dalam mencintai aku memiliki cara yang berbeda. Bisa aku pastikan bahwa dengan cara itu cinta tidak akan sirna seketika hanya karena faktor usia. Demi seseorang yang sudah sejak lama mencintai, maka sebagai pria aku akan membalasnya.

Untukmu…

Aku akan menunjukan perasaan tanpa perlu berlebihan. Dengan apa yang aku utarakan, janji yang aku ucapkan, dan perkataan lain akan ada pembuktian yang harus kamu yakinkan. Karena perlu kamu tahu, alasan aku bersyukur bertambah satu semenjak dirimu hadir di hidupku.

Perlu kamu tahu!

Janji merupakan ucapan atau bentuk tindakan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Banyak orang yang mengikrarkannya tapi terkadang tidak sesuai dengan realita atas implementasinya. Karena dua hal paling fundamental dalam melaksanakannya adalah kesabaran dan kesadaran yang akan meminimalisir kegagalan agar tidak kehilangan.

Terkadang alur kehidupan sebecanda itu. Ketika kamu sekuat tenaga menjaganya, maka yang pergi akan tetap pergi. Dan ketika kamu berusaha untuk menolaknya, maka yang datang akan tetap datang. Maka, yang harus kita pelajari adalah mengikhlaskan segala sesuatu baik yang pergi ataupun datang. Oleh sebab itu biasakanlah!

Janji…
Apa kamu mengerti?

Sepasang insan akan tetap mempertahankan janjinya. Tidak peduli berapa banyak mereka bertengkar, keduanya tidak akan berpisah. Hal tersebut bisa saja terjadi ketika mereka mengesampingkan ego untuk hubungannya. Karena ketika kamu jatuh cinta, kamu tidak akan memikirkan kekurangan atau seburuk apapun dia. Dimatamu, hanyalah kebaikan dan keindahan yang terlihat.

Ingatlah!
Janji yang telah terikrar.

Setidaknya cobalah kamu untuk peduli, meskipun tidak sering tapi cobalah sesekali. Mungkin suatu saat kamu akan menyesali ketika merasakan pedihnya untuk mempertahankan dan memperjuangkan hati seorang diri. Sakit, jika tidak dihargai.

Aku yakin di luar sana mungkin saja seseorang yang menganggap diriku lebih menghargai janji, dirinya sedang menunggu dan berdoa agar aku baik-baik saja. Karena, terkadang orang yang menyukai kamu tanpa alasan akan ada saatnya dia pergi tanpa penjelasan.

Tapi aku tidak demikian.

Egoisnya aku pada takdir adalah berharap kamu menjadi orang yang bisa membuat aku berhenti mencari. Pengertian dalam suatu hubungan itu penting. Karena wanita ingin diperjuangkan dan laki-laki ingin dihargai atas perjuangannya.

Lantas...
Sudahkah kamu memahaminya?

Ketakutan atas kenyamanan yang seolah sulit didapatkan dari orang lain selain kamu adalah hal yang paling menakutkan. Ketika aku harus dihadapkan dengan perpisahan tanpa pilihan. Analoginya seperti rumah yang sudah bertahun-tahun dihuni dan memiliki banyak kenangan hancur tergusur, memaksa aku harus berpindah dan menemukan rumah baru tanpa persiapan apapun.

Maka, izinkanlah aku mendoakan dan menjaga setiap langkah indah ketika aku tidak bisa memenangkanmu. Dan semoga seseorang yang bersamamu di masa depan adalah yang terbaik untukmu. Meski dalam doa terkadang berharap itu adalah aku.

Bagiku, istirahat ketika lelah lebih baik daripada menyerah..

---

Tangerang, 21 April 2017
Idris Saripudin
#5

Kamis, 13 April 2017

Jurnalawas - Etimologi Rindu


Gambar Anime "Hai to Gensou no Grimgar" yang ditulis oleh Ao Jūmonji dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai

Setiap hari selalu ada cerita yang berbeda. Kita lengah, sampai lupa kapan mengawalinya. Pada akhirnya kita selalu bergerak maju tanpa berpikir seperti apa penutup cerita. Dan yang pasti, kau selalu menjadi pemeran utama.

Kata "kita" mungkin terasa lebih dekat dibanding "lu & gue". Tapi kata "lu & gue" adalah bentuk framing terbaik yang kita bisa. Seberapa penting sebuah panggilan sampai kau setiap saat merisaukannya?. Padahal kita tahu, jika mulut berucap biasanya tidak sesuai dengan hati yang merasa.

Terkadang, karena terlalu larut dalam perasaan membuat kita terjebak fatamorgana. Tidak tahu harus apa. Tidak tahu harus bagaimana. Tidak tahu berapa lama waktu terbuang. Tidak tahu kapan harus berhenti atau mulai kembali. Tidak tahu harus berjalan kemana. Dan, mengapa realita begitu fana?

Cinta?

Sebuah hubungan akan terus bertahan apabila keduanya memiliki pemahaman yang sama mengenai arti cinta sesungguhnya. Karena pasangan yang hebat adalah mereka yang mampu melewati segala bentuk ujian hidup dan saling merasakan menjadi satu sama lain. Terkadang bukan tentang berapa lama waktu yang kau habiskan bersama, tetapi sejak kau bersamanya segala sesuatu menjadi indah meski sedikit dipaksakan.

Kamu jauh
Aku rindu!

Rindu hanyalah proses pemanggilan pesan akan kenangan indah masa lalu yang membuat diri kita ingin merasakan hal yang sama namun enggan jika hanya membawa luka. Sebanyak apapun aku berkata rindu, aku selalu merasakan lebih dari itu. Meski setiap hari mungkin kita bertemu, tetapi yang aku rindukan hanyalah sifatmu yang dulu.

Sederhana
Aku mencintaimu
Ingin bersamamu

Semudah itu caraku mencintaimu. Aku tidak akan mendengarkan apa kata orang lain tentangmu, selagi semua tetap berjalan sesuai dengan koridor yang kita buat sejak awal mengikat kalbu. Aku tidak mempedulikannya, karena yang aku ingin hanyalah saling bahagia saat kita bersama.

Cemburu.
Itu naluriku!

Aku masih ingat bagaimana rasanya saat melihatmu tertawa dan senyummu merekah begitu indah. Patah. sesuatu yang aku anggap indah tercipta bukan karena usahaku untuk membuatmu bahagia. Selalu ada teman yang memang selalu bisa membuatmu tertawa. Mungkin kali ini senyummu bukan oleh dan untukku. Dan aku yang cemburu hanya karena hal seperti itu bukan berarti tidak rela melihat kau bahagia. Tapi karena keegoisanku yang begitu takut kehilangan.

Hal yang aku lakukan sekarang hanya bisa merindukanmu tanpa bisa dikatakan. Mungkin sebenarnya kita sama-sama merasa. Hanya saja satu diantara kita malu untuk mengatakan atau terlalu takut untuk mengatakan. Di dalam hatiku, dirimu masih bersemayam bersama rindu. Kondisi apapun itu, harapanku hanya ingin ditemani oleh dirimu.

Rindu…
Coba kau tanya kepada Tuhan apa alasanku selalu merindukan dan masih mencintaimu tanpa alasan!

---

Tangerang, 13 April 2017
Idris Saripudin
#4

Kamis, 06 April 2017

Jurnalawas - Interpretasi Luka

Gambar Anime "Kami Nomi zo Shiru Sekai" Karya Tamaki Wakiki
Langit malam seperti kanvas tak terbatas, perlu warna terang untuk melukiskan rindu yang tak terbalas. Malam ini bulan hanya menampakan sedikit cahaya, bahkan sinarnya tak bisa menembus pohon rindang agar menyentuh tanah. Bintang bersembunyi di balik awan hitam yang semakin pekat didukung malam, enggan keluar untuk bersinar apalagi membuat hati ini sedikit tenang.

Kemana perginya angin? Kenapa tak berhembus untuk sejukan malam? Apa ia ragu dan takut merobohkan apa yang dilewatinya?. Tak apa, biarkan dia datang dan pergi sesuka hatinya. Suara jangkrik ciptakan harmoni di malam sunyi. Entah karena apa dia memulai, tapi jiwanya terus bernyanyi dengan santai.

Hening…
Bergeming…

Lamunanku sirna ketika pesan masuk di linimasa, deringnya ramaikan sunyi dan getarnya goyahkan hati. Satu nama tertulis di layar yang cukup lama kabarnya tak kunjung datang. Hadirnya cukup meragukan, mungkin perasaanku saja atau karena setiap sela kalimatnya tanpa perasaan terselip untuk ditafsirkan.

Sering aku berpikir untuk lebih positif, tapi kau selalu menguji dengan pernyataan yang fluktuatif. Entahlah, tapi aku merindukan dirimu saat pertama kali kita bertemu. Merasa ada yang kurang? itu adalah perhatian yang sedikit demi sedikit menghilang. Analogi seseorang yang baru membeli perangkat baru, maka yang lama akan tergantikan.

Dalam ilmu psikologi, melepaskan kenangan yang menyedihkan adalah kunci untuk sehat dan mempertajam kecerdasan serta memiliki ingatan superior. Mungkin itu alasan kenapa orang yang sulit move on terlihat bodoh dan selalu rentan terhadap penyakit. Dalam psikologi juga menjelaskan cara terbaik memulihkan diri sendiri pasca putus cinta adalah dengan meluangkan waktu bersama teman, olahraga, atau berbelanja. Oleh karena itu terlalu meratapi kesedihan dan menyendiri di pojokan hanya akan membuat jatidiri semakin kehilangan.

Lantas…
Bagaimana kita sekarang?

Malam semakin larut, bunga indah layu menguncup. Tak ada alasan untuk menahan kantuk karena malam akan mengutuk. Sekali lagi, kau menghilang tanpa kabar penutup pesan. Mungkin sudah tertidur, atau sedang asik mengalihkan. Sampai pagi tiba, tampaknya memang kau kabur dari jerat pertanyaan kenapa rindu terkubur dalam pernyataan.

Perlu kau tahu!

Orang humoris tidak selamanya terlihat bahagia. Terkadang sedih selalu melanda, tapi dia selalu punya cara untuk menutupi kesedihan. Dia selalu punya cara untuk tetap berjuang sampai semuanya dipertaruhkan. Meski lelah tak terbantah, tapi terus memantapkan langkah. Mulut ingin berkata mengalah, tapi hati tidak ingin kalah. Pada akhirnya, mata akan terpejam dengan sedikit harapan yang tersimpan.

Iya, aku paham.
Jika bosan maka katakan!

Terimakasih telah bersamaku, meskipun rasa ini begitu melekat. Bahkan setelah kau tinggalkan, segala tentangmu masih duduk manis di ingatan. Jika telah kau lakukan segala cara untuk bisa melupa, ada baiknya kau bertanya. Apakah aku bersedia kembali bersama? Barangkali aku masih merasakan hal yang sama, hanya saja terlalu gengsi untuk membicarakannya.

Perlu kau tahu…
Terkadang aku rindu saat canggung bersamamu di awal kita bertemu.

---

Tangerang, 6 April 2017
Idris Saripudin
#3