![]() | |
|
Aku takut terjebak pada fase dimana peduli menjadi apati. Karena setiap orang bisa saja lelah karena segala bentuk usaha untuk membuat pasangannya bahagia terbuang sia-sia. Semua bisa kamu sadari ketika perhatianku yang sedikit demi sedikit memudar hingga pada akhirnya menghilang tanpa jejak.
Aku terlalu takut untuk melakukan kesalahan. Mungkin hal itu yang membuatmu tidak nyaman atas tindakanku yang kamu anggap kurang pantas. Padahal, semua yang aku lakukan adalah perbaikan untuk menjadi apa yang kamu inginkan. Hanya saja perbedaan persepsi yang sangat signifikan membuat kita selalu bertolak belakang.
Ada hal yang tidak bisa aku ungkapkan, yaitu rindu dan cinta yang selalu tenggelam oleh rasa kecewa. Aku bukan angin yang datang sesaat padamu hanya untuk menyejukan lalu pergi saat panasmu hilang. Tapi terkadang, aku terlalu mudah memaafkan kesalahan karena risiko kehilangan yang aku takutkan. Pada akhirnya, yang pergi akan tetap pergi sekuat apapun aku menggenggamnya.
Apa adanya, deskripsi aku yang sesungguhnya. Kamu menerima segala kekurangan dan mungkin kelebihanku adalah harapan paling sempurna. Sebaliknya, tidak perlu kamu lelah berharap karena aku akan melakukan dengan sebaik yang kamu kira.
Apakah kita akan bersama atau tidak di masa depan? Itu tidak masalah karena saat ini adalah kamu alasanku untuk tetap berjuang. Jika saja kamu menyadari, hari ini rasa sayangku masih sama seperti kemarin saat senyum indahmu hadir disela bertemunya tatap mata kita.
Apa alternatif dari pertemuan? Ya, adalah kita yang bisa saling mendoakan karena rindu bisa terbayar ketika kita melibatkan Tuhan. Aku tidak bisa membiarkan hati menunggumu untuk datang dan menetap. Karena seseorang bisa saja menjauh dari hidup karena terlalu lelah berharap pada hati tanpa kepastian.
Hati kita jauh meski raga begitu dekat. Sikap dinginmu bekukan hati yang sedang berharap. Jangan main-main jika tidak ingin membuat seseorang terlalu berharap. Karena ketika kenyataan bahwa salah satunya tidak memiliki perasaan yang sama adalah hal yang paling menyakitkan.
Mengalihkan bayang wajahmu mungkin saja aku bisa, tapi untuk segala kenangan yang pernah kita lalui bersama adalah tindakan yang tidak akan pernah aku lakukan. Semua orang tau caranya untuk move on, tapi tidak semuanya bisa melakukan.
Apa yang harus aku lakukan ketika seseorang datang menawarkan cinta dan hubungan yang lebih indah, di saat aku belum bisa menyembuhkan luka atasmu yang baru saja pergi meninggalkan?
Ada kemungkinan yang aku percayai meski risiko kecewa terus membayangi. Adalah kamu akan datang kembali pada seseorang yang kamu abaikan padahal dulu orang itu sangat mempedulikanmu. Adalah aku yang berusaha menjadi terbaik untukmu meski jauh dari kata sempurna. Adalah aku yang merelakan waktu untuk menemanimu dikala kamu butuh dan rapuh. Adalah aku yang sangat mencintai saat kamu menyia-nyiakannya.
Mungkin, kita hanya ditakdirkan untuk bertemu sementara.
Bukan untuk bersama membangun kisah bahagia selamanya.
---
Tangerang, 13 Agustus 2017
Idris Saripudin
#9






