Kamis, 13 April 2017

Jurnalawas - Etimologi Rindu


Gambar Anime "Hai to Gensou no Grimgar" yang ditulis oleh Ao Jūmonji dengan ilustrasi oleh Eiri Shirai

Setiap hari selalu ada cerita yang berbeda. Kita lengah, sampai lupa kapan mengawalinya. Pada akhirnya kita selalu bergerak maju tanpa berpikir seperti apa penutup cerita. Dan yang pasti, kau selalu menjadi pemeran utama.

Kata "kita" mungkin terasa lebih dekat dibanding "lu & gue". Tapi kata "lu & gue" adalah bentuk framing terbaik yang kita bisa. Seberapa penting sebuah panggilan sampai kau setiap saat merisaukannya?. Padahal kita tahu, jika mulut berucap biasanya tidak sesuai dengan hati yang merasa.

Terkadang, karena terlalu larut dalam perasaan membuat kita terjebak fatamorgana. Tidak tahu harus apa. Tidak tahu harus bagaimana. Tidak tahu berapa lama waktu terbuang. Tidak tahu kapan harus berhenti atau mulai kembali. Tidak tahu harus berjalan kemana. Dan, mengapa realita begitu fana?

Cinta?

Sebuah hubungan akan terus bertahan apabila keduanya memiliki pemahaman yang sama mengenai arti cinta sesungguhnya. Karena pasangan yang hebat adalah mereka yang mampu melewati segala bentuk ujian hidup dan saling merasakan menjadi satu sama lain. Terkadang bukan tentang berapa lama waktu yang kau habiskan bersama, tetapi sejak kau bersamanya segala sesuatu menjadi indah meski sedikit dipaksakan.

Kamu jauh
Aku rindu!

Rindu hanyalah proses pemanggilan pesan akan kenangan indah masa lalu yang membuat diri kita ingin merasakan hal yang sama namun enggan jika hanya membawa luka. Sebanyak apapun aku berkata rindu, aku selalu merasakan lebih dari itu. Meski setiap hari mungkin kita bertemu, tetapi yang aku rindukan hanyalah sifatmu yang dulu.

Sederhana
Aku mencintaimu
Ingin bersamamu

Semudah itu caraku mencintaimu. Aku tidak akan mendengarkan apa kata orang lain tentangmu, selagi semua tetap berjalan sesuai dengan koridor yang kita buat sejak awal mengikat kalbu. Aku tidak mempedulikannya, karena yang aku ingin hanyalah saling bahagia saat kita bersama.

Cemburu.
Itu naluriku!

Aku masih ingat bagaimana rasanya saat melihatmu tertawa dan senyummu merekah begitu indah. Patah. sesuatu yang aku anggap indah tercipta bukan karena usahaku untuk membuatmu bahagia. Selalu ada teman yang memang selalu bisa membuatmu tertawa. Mungkin kali ini senyummu bukan oleh dan untukku. Dan aku yang cemburu hanya karena hal seperti itu bukan berarti tidak rela melihat kau bahagia. Tapi karena keegoisanku yang begitu takut kehilangan.

Hal yang aku lakukan sekarang hanya bisa merindukanmu tanpa bisa dikatakan. Mungkin sebenarnya kita sama-sama merasa. Hanya saja satu diantara kita malu untuk mengatakan atau terlalu takut untuk mengatakan. Di dalam hatiku, dirimu masih bersemayam bersama rindu. Kondisi apapun itu, harapanku hanya ingin ditemani oleh dirimu.

Rindu…
Coba kau tanya kepada Tuhan apa alasanku selalu merindukan dan masih mencintaimu tanpa alasan!

---

Tangerang, 13 April 2017
Idris Saripudin
#4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar