Rabu, 02 November 2016

Puisi - Ketika Bimbang

KETIKA BIMBANG

Ya sudah..
Berliburlah selagi bisa
Bersenang-senanglah
Selagi sempat tersenyum bahagia

Kita tidak akan pernah tahu
Seperti apa yang ada di depan
Hidup tak selamanya suka
Dan tak selamanya pula tawa

Harus siap hadapi cobaan
Duka yang membuat terluka
Syukuri apa yang ada
Selagi sempat kita nikmati bersama

Jika senang hanya sementara
Maka susah kita jalani bersama
Saat masih tersimpan rasa percaya
Niscaya tidak akan ada dusta

Sejauh apapun melangkah
Selama apapun waktu berjalan
Sebaik apapun kita berusaha
Pasti akan selalu ada cobaan

Niat.. Ikhtiar.. dan bertawakal
Semua memang harus sejalan
Percaya akan takdir-Nya
Karena scenario-Nya tidak akan mengecewakan

Karya: Idris Saripudin

Puisi - Sebelum Surya

SEBELUM SURYA

Langit gelap nampak biru
Hembusan angin menyentuh tulang
Mata sepat hati kelabu
Melawan kantuk semangat juang

Raga lemas tak beri untung
Berat hati paksakan tubuh
Tatap waktu diam termenung
Rasakan beban tak lagi utuh

Dingin air getarkan jiwa
Basuh muka beri ketenangan
Nikmat meresap sejuk terbawa
Mulai nampak indahnya angan

Buka pintu sambut harapan
Sepi tanpa ada sambutan
Tanah basah ulah hujan
Jejaki jalan tengah persawahan

Jarum waktu pukul empat
Sebelum surya terang bulan
Hati tenang merasa sempat
Dapati kereta awal pemberangkatan

Warga stasiun terlihat sayu
Hadapi ego hati mengalah
Satu anak tampak kemayu
Hibur hati yang mulai kalah

Terdengar suara memecah hening
Lihat sorot lampu kereta
Jantung berdegup raga bergeming
Hadapi hari penuh cinta

Pintu terbuka seru di dalam
Mata penumpang diam terpejam
Berharap hari tak jadi kelam
Sampai datang waktu malam

Karya: Idris Saripudin

Puisi - Langkah Kala Senja

LANGKAH KALA SENJA

Hilang waktu tak tentu arah..
Tengok keluar diam sejenak..
Terdengar sorak anak gembira..
Sinar mentari hangatkan benak..

Hati termenung melawan lupa..
Rasakan penat tak kunjung ingat..
Ada yang hilang tak tahu apa..
Terbang cepat bagaikan lalat..

Terdengar dering yang tak asing..
Hati gusar tak teriringi..
Terpancar cahaya di dekat dinding..
Mulai nampak lekas datangi..

Tertera pesan terpampang nama..
Hati cemas teringat janji..
Khilaf.. Ceroboh.. Salah dimana?
Nyatanya waktu sedang menguji..

Siap bergegas waktu nan rapat..
Menuju stasiun lekas berlari..
Berharap kereta tak datang cepat..
Biar dia tak bingung mencari..

Stasiun hening dikala senja..
Jarang penumpang berlalu lalang..
Tengok ujung peron dengan sengaja..
Kereta datang bawa kenangan..

Nada stasiun tenangkan hati..
Seru petugas kereta kan datang..
Jaga diri berhati-hati..
Kaki bergetar pikiran tegang..

Klakson dan gemuruh roda kereta..
Tandai jarak mulai mendekat..
Hembuskan napas menutup mata..
Doa harapan mulai terpanjat..

Kereta berhenti tepat di depan..
Kaki kanan melangkah masuk..
Tengok sekitar kiri dan kanan..
Tiada tempat untukku duduk..

Berdiri dekat jendela pintu..
Menatap laju tinggalkan asal..
Banyak kenangan menjadi satu..
Teringat luka yang tertinggal..

Lagu buat suasana haru..
Jelas terdengar dalam telinga..
Teringat ada lembaran baru..
Yang menutupi lubang menganga..

Berjalan waktu kereta sampai..
Di stasiun tua yang kian ramai..
Hati panik tercerai berai..
Lihat senyumnya membawa damai..

Karya: Idris Saripudin

Senin, 31 Oktober 2016

Hei! (Nee!)

HEI

Hei, siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?
Aku sedang memikirkanmu

Ketika aku membuka jendela
Ah, aku bisa merasakan bau malam
Sekarang wajah siapayang melayang dalam pikiranku?

Ketika aku basah kuyup dalam hujan yang dingin
Hanya kaulah yang mengulurkan tangan padaku

Aku ingin tahu, mengapa kau selalu
menjadi orang yang mendukungku?
Setiap kali itu kau lakukan
Membuatku semakin jatuh cinta

Hei, apa yang kau lakukan, aku juga ingin bertemu denganmu
Jatuh cinta itu sangat menyakitkan
Kau selalu menjadi alasan dibalik
Kebahagiaan dan kesakitanku

Aku berpura-pura tak peduli padamu
Dan hari ini lagi-lagi berlalu begitu saja
Meskipun nyatanya kau berada di pikiranku
Membuatku muak dengan perasaanku sendiri

Mengapa pada orang yang kucintai
Aku tak bisa jujur?
Padahal aku selalu
Merasa kesepian dan sedih

Hei, aku berharap kau menyadari
Ketika aku bilang aku baik-baik saja
Sebenarnya aku menangis
Sambil menatap langit malam
Dan melihat indahnya bintang-bintang
Aku berharap kau berada di sini bersamaku

Hei, siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?
Mengapa aku tak bisa menahan perasaanku?

Hei, aku sungguh ingin bertemu denganmu
Jatuh cinta sangat menyakitkan, kan?
Kau selalu menjadi alasan di balik
Kebahagiaan dan kesakitanku

Aku sedang memikirkanmu sekarang
Hei, aku sungguh ingin bertemu denganmu

Fujita Maiko - Nee

Lompatan (Takanaru)


LOMPATAN

Sejak saat itu
Aku tahu jari-jarimu itu indah?
Ketika aku sadari perasaan ini

Karena aku tak bisa mengikuti
Ketika aku terpikat dengan mudahnya,
Aku pikir aku pemalu
Memakai rem

Kita bertemu pandang secara kebetulan
Aku punya sesuatu tuk dikatakan
Aku terjebak
Setiap kali aku menatapmu

Jantungku berdegup kencang
Aku meraih lengan itu dan menariknya
Aku tak bisa memendamnya, jadi jangan pergi
Ketika aku bilang aku mencintaimu,
Aku merasa begitu sakit
Ini awal dari cinta yang buatmu tak bisa bernafas

Tetap bingung,
Perlahan-lahan aku pejamkan mata
Ketika aku ada dalam dekapanmu
Aku ingin tahu apa yang akan terjadi di masa depan?

Meskipun aku takut menyakitimu,
Meskipun terlalu sulit untuk mencintai,
Aku tak bisa lagi menahan perasaanku

Angin dingin
Musim berubah…
Mengapa aku ingin menangis?
Jangan memelukku lebih dari ini

Aku suka senyumanmu
Suaramu yang dekat, rasa saat aku menyentuhmu
Dalam senja di musim gugur, daun-daun beterbangan
Aku tak bisa menghentikan perasaanku,

Jadi percayalah perasaanku padamu
Ketika aku tahu dari wangi orang pertama yang aku cintai
menjadi tak akan hilang selamanya

Jantungku berdegup kencang
Aku meraih lengan itu dan menariknya
Aku tak bisa memendamnya, jadi jangan pergi
Ketika aku bilang aku mencintaimu,
Aku merasa begitu sakit
Ini awal dari cinta yang buatmu tak bisa bernafas

Fujita Maiko - Takanaru

Sabtu, 15 Oktober 2016

Orang Yang Ditakdirkan (Unmei no Hito)

ORANG YANG DITAKDIRKAN


Aku baik-baik saja, selalu tersenyum dengan benar
Tapi bila aku bersama seseorang, sesuatu hilang
Meskipun tak ada alasan bagimu tuk datang kemari sekarang
Bulan purnama tampak dari jendela yang terbuka
Suara jangkrik memanggil kesepian
Ditekan perasaan yang mulai ragu lagi
Di malam aku ingin bertemu denganmu menjadi menyakitkan
Merasa seperti akan meledak
Saat memikirkan seseorang aku merasa seperti ini
Tetaplah disisiku

Tidak, Aku tak ingin katakan sesuatu seperti itu
Membuatku frustasi bahwa aku tak bisa lebih jujur
Sebenarnya, aku menyadari ini hanya kesepian
Terlalu keras kepala tak akan berguna
Jika disana hanya ada satu orang yang ditakdirkan, aku berharap itu dirimu
Tak ada satu pun yang lebih kusukai seperti dirimu
Hei, perhatikanlah

Siapa orang yang kau inginkan bersamamu?
Aku menyesal memanggil kembali kesepianmu
Di malam saat ku ingin bertemu denganmu menjadi menyakitkan
Merasa seperti aku akan meledak
Saat memikirkan seseorang aku merasa seperti ini
Tetaplah disisiku

Tak ada satu pun yang lebih kusukai seperti dirimu
Tak peduli masa depan seperti apapun, kau adalah orang yang ditakdirkan untukku


Unmei no Hito

Selamat Tinggal, Aku Mencintaimu (Sayonara, I Love You)

SELAMAT TINGGAL, AKU MENCINTAIMU


Aku masih mencintaimu dalam hatiku, Aku takut untuk mencintai
Tolong panggil aku kembali ke hari-hari itu, Aku tak bisa melupakannya
Saat aku menutup mataku, Aku melihat senyummu di hari itu
Sekarang aku mengigil dalam angin yang berhembus sekejap ini

Aku ingin lagi mendengar suaramu
Aku ingin lagi memeluk dirimu
Aku ingin lebih memahamimu
Aku ingin lebih dicintai
Aku selalu mengenangmu
Apa kau pun begitu?

Aku ingin menjadi lebih kuat
Aku ingin menjadi orang yang lebih baik
Tak ada yang lain selain dirimu
Aku hanya ingin mencari jawaban
Meskipun aku seorang pria yang menyesal tapi aku tak ceroboh
Maafkan aku yang seperti ini

Perpisahan terlihat di wajahmu
Bayangan karmamu terasa rancu
Bayanganmu tak bisa pergi
Sesaat hal-hal yang fana pun hancur
Apakah itu cinta?
Aku menertawakannya…
Tolong beritahu aku kenapa?

Selamat tinggal, aku mencintaimu
Aku tak ingin melihat lagi ke belakang
Di mana kita berbagi pandangan dan kata-kata yang tak bisa aku lupakan
Tapi sebenarnya, sebenarnya untuk sesaat
Aku pasti senang aku mencintaimu…

Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di dalam hatiku
Kenangan yang tak terhapuskan masih ada dalam hatiku
Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di lubuk hatiku
Aku yakin esok akan hilang dari hatiku, sayang…

Suatu hari jarak hati ini akan terisi
Aku hanya ingin kau terus percaya
Wajah tidur dan sikapmu di sebelah kiriku
Luka dan rasa sakitmu
Tertera di foto-foto email di masa lalu
Harga diri seorang pria yang hancur
“Rasa sakit akan melindungi masa depanku”
Berkas cerita yang terpampang di depan mataku

Senyuman terakhirmu itu
Mengenangmu adalah hal yang ambigu
Bayangan karmamu terasa rancu
Aku tak ingin melihat lagi masa lalu atau masa depan
Sesaat hal-hal yang fana pun hancur
Apakah itu cinta?
Aku menertawakannya…
Tolong beritahu aku kenapa?

Selamat tinggal, aku mencintaimu
Aku tak ingin melihat lagi ke belakang
Di mana kita berbagi pandangan dan kata-kata yang tak bisa aku lupakan
Tapi sebenarnya, sebenarnya untuk sesaat
Aku pasti senang aku mencintaimu…

Aku masih mencintaimu dalam hatiku, Aku takut untuk mencintai
Tolong panggil aku kembali ke hari-hari itu, Aku tak bisa melupakannya
Saat aku menutup mataku, Aku melihat senyummu di hari itu
Sekarang aku mengigil dalam angin yang berhembus sekejap ini

Di kota ini di mana aku teriakan cintaku
dan menyapu teka-teki yang rusak
Keberanianku tampaknya menghilang
Kembali ke hari-hari sederhana
Melody kesepian
Satu-satunya catatan yang tersisa
Menuliskan satu kisah
Secara kebetulan menjadi lagu kita…
Tolong beritahu aku mengapa?

Kau semakin menghilang
Bahkan dalam mimpi, kau tak muncul
Langit ini menyuruhku untuk melupakanmu
Tapi sebenarnya, sebenarnya untuk sesaat
Aku pasti bersyukur aku mencintaimu…
Aku akan mencintaimu lagi
Sekarang aku ulurkan tanganku untukmu
Pikiran dan tubuhku memperbolehkanku untuk mengingatmu
Terima kasih sudah memberiku banyak kebahagiaan
Aku pasti senang bertemu denganmu…

Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di dalam hatiku
Kenangan yang tak terhapuskan masih ada dalam hatiku
Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di lubuk hatiku
Aku yakin esok akan hilang dari hatiku, sayang…

Hanya ada cinta, Aku ingin bersamamu…


Cliff Edge – Sayonara I Love You