Rabu, 02 November 2016

Puisi - Langkah Kala Senja

LANGKAH KALA SENJA

Hilang waktu tak tentu arah..
Tengok keluar diam sejenak..
Terdengar sorak anak gembira..
Sinar mentari hangatkan benak..

Hati termenung melawan lupa..
Rasakan penat tak kunjung ingat..
Ada yang hilang tak tahu apa..
Terbang cepat bagaikan lalat..

Terdengar dering yang tak asing..
Hati gusar tak teriringi..
Terpancar cahaya di dekat dinding..
Mulai nampak lekas datangi..

Tertera pesan terpampang nama..
Hati cemas teringat janji..
Khilaf.. Ceroboh.. Salah dimana?
Nyatanya waktu sedang menguji..

Siap bergegas waktu nan rapat..
Menuju stasiun lekas berlari..
Berharap kereta tak datang cepat..
Biar dia tak bingung mencari..

Stasiun hening dikala senja..
Jarang penumpang berlalu lalang..
Tengok ujung peron dengan sengaja..
Kereta datang bawa kenangan..

Nada stasiun tenangkan hati..
Seru petugas kereta kan datang..
Jaga diri berhati-hati..
Kaki bergetar pikiran tegang..

Klakson dan gemuruh roda kereta..
Tandai jarak mulai mendekat..
Hembuskan napas menutup mata..
Doa harapan mulai terpanjat..

Kereta berhenti tepat di depan..
Kaki kanan melangkah masuk..
Tengok sekitar kiri dan kanan..
Tiada tempat untukku duduk..

Berdiri dekat jendela pintu..
Menatap laju tinggalkan asal..
Banyak kenangan menjadi satu..
Teringat luka yang tertinggal..

Lagu buat suasana haru..
Jelas terdengar dalam telinga..
Teringat ada lembaran baru..
Yang menutupi lubang menganga..

Berjalan waktu kereta sampai..
Di stasiun tua yang kian ramai..
Hati panik tercerai berai..
Lihat senyumnya membawa damai..

Karya: Idris Saripudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar