![]() | |
|
Langit malam seperti kanvas tak terbatas, perlu warna terang untuk melukiskan rindu yang tak terbalas. Malam ini bulan hanya menampakan sedikit cahaya, bahkan sinarnya tak bisa menembus pohon rindang agar menyentuh tanah. Bintang bersembunyi di balik awan hitam yang semakin pekat didukung malam, enggan keluar untuk bersinar apalagi membuat hati ini sedikit tenang.
Kemana perginya angin? Kenapa tak berhembus untuk sejukan malam? Apa ia ragu dan takut merobohkan apa yang dilewatinya?. Tak apa, biarkan dia datang dan pergi sesuka hatinya. Suara jangkrik ciptakan harmoni di malam sunyi. Entah karena apa dia memulai, tapi jiwanya terus bernyanyi dengan santai.
Hening…
Bergeming…
Lamunanku sirna ketika pesan masuk di linimasa, deringnya ramaikan sunyi dan getarnya goyahkan hati. Satu nama tertulis di layar yang cukup lama kabarnya tak kunjung datang. Hadirnya cukup meragukan, mungkin perasaanku saja atau karena setiap sela kalimatnya tanpa perasaan terselip untuk ditafsirkan.
Sering aku berpikir untuk lebih positif, tapi kau selalu menguji dengan pernyataan yang fluktuatif. Entahlah, tapi aku merindukan dirimu saat pertama kali kita bertemu. Merasa ada yang kurang? itu adalah perhatian yang sedikit demi sedikit menghilang. Analogi seseorang yang baru membeli perangkat baru, maka yang lama akan tergantikan.
Dalam ilmu psikologi, melepaskan kenangan yang menyedihkan adalah kunci untuk sehat dan mempertajam kecerdasan serta memiliki ingatan superior. Mungkin itu alasan kenapa orang yang sulit move on terlihat bodoh dan selalu rentan terhadap penyakit. Dalam psikologi juga menjelaskan cara terbaik memulihkan diri sendiri pasca putus cinta adalah dengan meluangkan waktu bersama teman, olahraga, atau berbelanja. Oleh karena itu terlalu meratapi kesedihan dan menyendiri di pojokan hanya akan membuat jatidiri semakin kehilangan.
Lantas…
Bagaimana kita sekarang?
Malam semakin larut, bunga indah layu menguncup. Tak ada alasan untuk menahan kantuk karena malam akan mengutuk. Sekali lagi, kau menghilang tanpa kabar penutup pesan. Mungkin sudah tertidur, atau sedang asik mengalihkan. Sampai pagi tiba, tampaknya memang kau kabur dari jerat pertanyaan kenapa rindu terkubur dalam pernyataan.
Perlu kau tahu!
Orang humoris tidak selamanya terlihat bahagia. Terkadang sedih selalu melanda, tapi dia selalu punya cara untuk menutupi kesedihan. Dia selalu punya cara untuk tetap berjuang sampai semuanya dipertaruhkan. Meski lelah tak terbantah, tapi terus memantapkan langkah. Mulut ingin berkata mengalah, tapi hati tidak ingin kalah. Pada akhirnya, mata akan terpejam dengan sedikit harapan yang tersimpan.
Iya, aku paham.
Jika bosan maka katakan!
Terimakasih telah bersamaku, meskipun rasa ini begitu melekat. Bahkan setelah kau tinggalkan, segala tentangmu masih duduk manis di ingatan. Jika telah kau lakukan segala cara untuk bisa melupa, ada baiknya kau bertanya. Apakah aku bersedia kembali bersama? Barangkali aku masih merasakan hal yang sama, hanya saja terlalu gengsi untuk membicarakannya.
Perlu kau tahu…
Terkadang aku rindu saat canggung bersamamu di awal kita bertemu.
---
Tangerang, 6 April 2017
Idris Saripudin
#3

Galo mulu
BalasHapusBegitulah caraku menjalani hidup
BalasHapus