| Bayang Pemenang (Foto: Idris/Jurnalawas) |
Aku dan Perandaianmu
Keluh waktu akan tangismu
Resah membelenggu dalam sukmamu
Payah kuasai, matikan akalmu
Enyah… berontak kuat tekad hatimu
Kelopak matamu diam bercerita
Juang keras terlukis di bola mata
Dalam membatin hitam mewarna
Sembabmu.. artikan kering air mata
Telingaku… terbiasa akan andaimu
Mataku… masuk tenggelam palung jiwamu
Mulutku… tak lelah merapal doa untukmu
Hatiku… rela jatuh dan hanyut arus sendumu
Kau anggap dirimu ringkih
Padamu… aku rela larut menyelami sedih
Kau tidak ingin menjadi beban
Aku yakin kau jadi yang terdepan
“Aku tidak tahu…”
Itu… kalimat bodoh darimu
“Aku takut kegagalan…”
Peryalah… aku takan meninggalkan
Sebab kau yang terbaik
Maka aku siap tercabik
Sebab kau yang terhebat
Maka aku rela terikat
Ikhlaslah…
Kebaikanmu akan berbuah
Nikmat-Nya akan merekah
Akhirmu… yang menanti sangatlah indah
Yakinlah pada diri
Kau lebih hebat dari ini
Yakinlah pada pilihan
Mimpimu akan jadi kenyataan
Kasihku…
Jangan takut, Tuhan lebih dekat dari nadimu...
---
Karya Idris Saripudin
Jakarta, 2 Oktober 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar