Jumat, 13 Oktober 2017

Puisi - Aku dan Perandaianmu

Bayang Pemenang (Foto: Idris/Jurnalawas)

Aku dan Perandaianmu

Keluh waktu akan tangismu
Resah membelenggu dalam sukmamu
Payah kuasai, matikan akalmu
Enyah… berontak kuat tekad hatimu

Kelopak matamu diam bercerita
Juang keras terlukis di bola mata
Dalam membatin hitam mewarna
Sembabmu.. artikan kering air mata

Telingaku… terbiasa akan andaimu
Mataku… masuk tenggelam palung jiwamu
Mulutku… tak lelah merapal doa untukmu
Hatiku… rela jatuh dan hanyut arus sendumu

Kau anggap dirimu ringkih
Padamu… aku rela larut menyelami sedih
Kau tidak ingin menjadi beban
Aku yakin kau jadi yang terdepan

“Aku tidak tahu…”
Itu… kalimat bodoh darimu
“Aku takut kegagalan…”
Peryalah… aku takan meninggalkan

Sebab kau yang terbaik
Maka aku siap tercabik
Sebab kau yang terhebat
Maka aku rela terikat

Ikhlaslah…
Kebaikanmu akan berbuah
Nikmat-Nya akan merekah
Akhirmu… yang menanti sangatlah indah

Yakinlah pada diri
Kau lebih hebat dari ini
Yakinlah pada pilihan
Mimpimu akan jadi kenyataan

Kasihku…
Jangan takut, Tuhan lebih dekat dari nadimu...

---

Karya Idris Saripudin
Jakarta, 2 Oktober 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar