![]() |
| Gambar Anime Fukigen na Mononokean karya Kiri Zawa |
Origami dengan cinta dan airmata di setiap lipatannya, mulai berdebu dan hanya kusimpan saja. Rindu terus tertahan dan menumpuk saat hati mulai remuk. Denganmu aku belajar tentang harapan dalam ketidakpastian. Perasaan yang terabaikan saat diriku kamu buat terkesan.
Senyum tidak akan pernah menghilangkan masalah yang ada, tapi itu membuatku merasa lebih tenang dari sebelumnya. Terkadang janji hadir sebagai penenang, meski aku tahu akan berakhir dengan kebohongan. Rindu dibasuh perih saat kamu kembali. Dan semua akan terasa sama, saat ingin mendapatkan maka kamu hanya akan berjuang di langkah pertama.
Bertahan untukmu adalah hal yang paling sulit dan terasa sakit. Tapi aku percaya bahwa yang sakit akan sembuh jika sedikit bersabar. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak ingin memaksamu untuk melakukan hal yang sama. Meski ingin memaksa, aku tidak berani untuk mengatakannya.
Aku melihatmu di kejauhan sebagai langkah awal. Seiring waktu, mulai mendekatkan diri dengan keberanian. Telah lama dan masih belum sempat aku menyatakan perasaan. Tapi kamu pergi dengan cepat dari pandangan tanpa meninggalkan bayangan. Menjauh darimu itu sangat sulit, apalagi melupakan kenangan saat bersamamu yang alurnya berbelit-belit.
Aku tidak akan menyerah meski berkali-kali patah. Aku bersedia menunggu lebih lama asalkan kamu hadir sebagai pendampingku di akhir cerita masa muda. Bahagia hadir setelah sedih sesuai dengan skenario Tuhan. Karena cinta dan pedih menjadi denyut nadi kehidupan.
Sesuatu yang dipaksakan tidak akan berakhir baik, begitulah yang sering terjadi. Tapi mundur untuk mencintaimu saat aku sedang sayang-sayangnya menjadi pengecuali sebelum kamu memintaku untuk berhenti. Terkadang, lebih baik mundur daripada jatuh dan terluka dengan cara yang sama.
Kamu memang orang yang biasa saja, tapi bisa membuat diriku istimewa saat kita berdampingan. Segala hal tentangmu selalu menyenangkan untuk dibahas. Sebelum kamu memutuskan pergi bersama kenangan yang menyesakkan. Harapanku setiap malam adalah semoga mimpiku menjadi indah karena kamu hadir di dalamnya.
Kepada bulan aku mengadu.
Menitipkan rindu yang mulai meragu.
Suatu saat kita akan tersadar. Semakin banyak yang kita ambil, maka semakin sedikit yang kita dapatkan. Logika selalu ada di setiap hati yang terluka, saat kata hati menyatakan tidak ada yang salah dengan perasaan. Mempertahankanmu karena nyaman, sabar menghadapimu karena sayang, itu semua aku lakukan karena takut kehilangan.
Jangan kembali saat hati dan perasaanku terasa lebih baik. Karena dalam kedamaian hati dan pikiran semuanya terlihat jelas. Ketika berharap pada sesuatu yang aku harapkan tidak pantas lagi menjadi sebuah harapan.
Teruntuk cahaya surya di pagi buta.
Cukupkah hangatmu menemani rindu sampai senja di pelupuk mata?
---
Tangerang, 10 September 2017
#11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar