Senin, 31 Oktober 2016

Hei! (Nee!)

HEI

Hei, siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?
Aku sedang memikirkanmu

Ketika aku membuka jendela
Ah, aku bisa merasakan bau malam
Sekarang wajah siapayang melayang dalam pikiranku?

Ketika aku basah kuyup dalam hujan yang dingin
Hanya kaulah yang mengulurkan tangan padaku

Aku ingin tahu, mengapa kau selalu
menjadi orang yang mendukungku?
Setiap kali itu kau lakukan
Membuatku semakin jatuh cinta

Hei, apa yang kau lakukan, aku juga ingin bertemu denganmu
Jatuh cinta itu sangat menyakitkan
Kau selalu menjadi alasan dibalik
Kebahagiaan dan kesakitanku

Aku berpura-pura tak peduli padamu
Dan hari ini lagi-lagi berlalu begitu saja
Meskipun nyatanya kau berada di pikiranku
Membuatku muak dengan perasaanku sendiri

Mengapa pada orang yang kucintai
Aku tak bisa jujur?
Padahal aku selalu
Merasa kesepian dan sedih

Hei, aku berharap kau menyadari
Ketika aku bilang aku baik-baik saja
Sebenarnya aku menangis
Sambil menatap langit malam
Dan melihat indahnya bintang-bintang
Aku berharap kau berada di sini bersamaku

Hei, siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?
Mengapa aku tak bisa menahan perasaanku?

Hei, aku sungguh ingin bertemu denganmu
Jatuh cinta sangat menyakitkan, kan?
Kau selalu menjadi alasan di balik
Kebahagiaan dan kesakitanku

Aku sedang memikirkanmu sekarang
Hei, aku sungguh ingin bertemu denganmu

Fujita Maiko - Nee

Lompatan (Takanaru)


LOMPATAN

Sejak saat itu
Aku tahu jari-jarimu itu indah?
Ketika aku sadari perasaan ini

Karena aku tak bisa mengikuti
Ketika aku terpikat dengan mudahnya,
Aku pikir aku pemalu
Memakai rem

Kita bertemu pandang secara kebetulan
Aku punya sesuatu tuk dikatakan
Aku terjebak
Setiap kali aku menatapmu

Jantungku berdegup kencang
Aku meraih lengan itu dan menariknya
Aku tak bisa memendamnya, jadi jangan pergi
Ketika aku bilang aku mencintaimu,
Aku merasa begitu sakit
Ini awal dari cinta yang buatmu tak bisa bernafas

Tetap bingung,
Perlahan-lahan aku pejamkan mata
Ketika aku ada dalam dekapanmu
Aku ingin tahu apa yang akan terjadi di masa depan?

Meskipun aku takut menyakitimu,
Meskipun terlalu sulit untuk mencintai,
Aku tak bisa lagi menahan perasaanku

Angin dingin
Musim berubah…
Mengapa aku ingin menangis?
Jangan memelukku lebih dari ini

Aku suka senyumanmu
Suaramu yang dekat, rasa saat aku menyentuhmu
Dalam senja di musim gugur, daun-daun beterbangan
Aku tak bisa menghentikan perasaanku,

Jadi percayalah perasaanku padamu
Ketika aku tahu dari wangi orang pertama yang aku cintai
menjadi tak akan hilang selamanya

Jantungku berdegup kencang
Aku meraih lengan itu dan menariknya
Aku tak bisa memendamnya, jadi jangan pergi
Ketika aku bilang aku mencintaimu,
Aku merasa begitu sakit
Ini awal dari cinta yang buatmu tak bisa bernafas

Fujita Maiko - Takanaru

Sabtu, 15 Oktober 2016

Orang Yang Ditakdirkan (Unmei no Hito)

ORANG YANG DITAKDIRKAN


Aku baik-baik saja, selalu tersenyum dengan benar
Tapi bila aku bersama seseorang, sesuatu hilang
Meskipun tak ada alasan bagimu tuk datang kemari sekarang
Bulan purnama tampak dari jendela yang terbuka
Suara jangkrik memanggil kesepian
Ditekan perasaan yang mulai ragu lagi
Di malam aku ingin bertemu denganmu menjadi menyakitkan
Merasa seperti akan meledak
Saat memikirkan seseorang aku merasa seperti ini
Tetaplah disisiku

Tidak, Aku tak ingin katakan sesuatu seperti itu
Membuatku frustasi bahwa aku tak bisa lebih jujur
Sebenarnya, aku menyadari ini hanya kesepian
Terlalu keras kepala tak akan berguna
Jika disana hanya ada satu orang yang ditakdirkan, aku berharap itu dirimu
Tak ada satu pun yang lebih kusukai seperti dirimu
Hei, perhatikanlah

Siapa orang yang kau inginkan bersamamu?
Aku menyesal memanggil kembali kesepianmu
Di malam saat ku ingin bertemu denganmu menjadi menyakitkan
Merasa seperti aku akan meledak
Saat memikirkan seseorang aku merasa seperti ini
Tetaplah disisiku

Tak ada satu pun yang lebih kusukai seperti dirimu
Tak peduli masa depan seperti apapun, kau adalah orang yang ditakdirkan untukku


Unmei no Hito

Selamat Tinggal, Aku Mencintaimu (Sayonara, I Love You)

SELAMAT TINGGAL, AKU MENCINTAIMU


Aku masih mencintaimu dalam hatiku, Aku takut untuk mencintai
Tolong panggil aku kembali ke hari-hari itu, Aku tak bisa melupakannya
Saat aku menutup mataku, Aku melihat senyummu di hari itu
Sekarang aku mengigil dalam angin yang berhembus sekejap ini

Aku ingin lagi mendengar suaramu
Aku ingin lagi memeluk dirimu
Aku ingin lebih memahamimu
Aku ingin lebih dicintai
Aku selalu mengenangmu
Apa kau pun begitu?

Aku ingin menjadi lebih kuat
Aku ingin menjadi orang yang lebih baik
Tak ada yang lain selain dirimu
Aku hanya ingin mencari jawaban
Meskipun aku seorang pria yang menyesal tapi aku tak ceroboh
Maafkan aku yang seperti ini

Perpisahan terlihat di wajahmu
Bayangan karmamu terasa rancu
Bayanganmu tak bisa pergi
Sesaat hal-hal yang fana pun hancur
Apakah itu cinta?
Aku menertawakannya…
Tolong beritahu aku kenapa?

Selamat tinggal, aku mencintaimu
Aku tak ingin melihat lagi ke belakang
Di mana kita berbagi pandangan dan kata-kata yang tak bisa aku lupakan
Tapi sebenarnya, sebenarnya untuk sesaat
Aku pasti senang aku mencintaimu…

Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di dalam hatiku
Kenangan yang tak terhapuskan masih ada dalam hatiku
Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di lubuk hatiku
Aku yakin esok akan hilang dari hatiku, sayang…

Suatu hari jarak hati ini akan terisi
Aku hanya ingin kau terus percaya
Wajah tidur dan sikapmu di sebelah kiriku
Luka dan rasa sakitmu
Tertera di foto-foto email di masa lalu
Harga diri seorang pria yang hancur
“Rasa sakit akan melindungi masa depanku”
Berkas cerita yang terpampang di depan mataku

Senyuman terakhirmu itu
Mengenangmu adalah hal yang ambigu
Bayangan karmamu terasa rancu
Aku tak ingin melihat lagi masa lalu atau masa depan
Sesaat hal-hal yang fana pun hancur
Apakah itu cinta?
Aku menertawakannya…
Tolong beritahu aku kenapa?

Selamat tinggal, aku mencintaimu
Aku tak ingin melihat lagi ke belakang
Di mana kita berbagi pandangan dan kata-kata yang tak bisa aku lupakan
Tapi sebenarnya, sebenarnya untuk sesaat
Aku pasti senang aku mencintaimu…

Aku masih mencintaimu dalam hatiku, Aku takut untuk mencintai
Tolong panggil aku kembali ke hari-hari itu, Aku tak bisa melupakannya
Saat aku menutup mataku, Aku melihat senyummu di hari itu
Sekarang aku mengigil dalam angin yang berhembus sekejap ini

Di kota ini di mana aku teriakan cintaku
dan menyapu teka-teki yang rusak
Keberanianku tampaknya menghilang
Kembali ke hari-hari sederhana
Melody kesepian
Satu-satunya catatan yang tersisa
Menuliskan satu kisah
Secara kebetulan menjadi lagu kita…
Tolong beritahu aku mengapa?

Kau semakin menghilang
Bahkan dalam mimpi, kau tak muncul
Langit ini menyuruhku untuk melupakanmu
Tapi sebenarnya, sebenarnya untuk sesaat
Aku pasti bersyukur aku mencintaimu…
Aku akan mencintaimu lagi
Sekarang aku ulurkan tanganku untukmu
Pikiran dan tubuhku memperbolehkanku untuk mengingatmu
Terima kasih sudah memberiku banyak kebahagiaan
Aku pasti senang bertemu denganmu…

Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di dalam hatiku
Kenangan yang tak terhapuskan masih ada dalam hatiku
Tolong beritahu aku kenapa, Tolong beritahu aku kenapa
Aku masih mencintamu di lubuk hatiku
Aku yakin esok akan hilang dari hatiku, sayang…

Hanya ada cinta, Aku ingin bersamamu…


Cliff Edge – Sayonara I Love You

Senin, 26 September 2016

Analisis Serial Anime "Naruto Shippuden"

BAB I
PENDAHULUAN


A. SEJARAH SERIAL ANIME NARUTO
     1. Biografi Masashi Kishimoto
Masashi Kishimoto (岸本斉史 — Kishimoto Masashi; lahir di Prefektur Okayama, Jepang, 8 November 1974) adalah seorang mangaka Jepang. Saat Kishimoto masih kecil, acara TV yang paling favorit salah satunya adalah Doraemon. Semua teman-teman Masashi Kishimoto menyukai Doraemon dan menggambar karakter-karakternya. Kishimoto-sensei adalah yang paling perfeksionis. Ia menunjukkan bagian mana yang salah pada gambar teman-temannya dan menunjukkan cara menggambar yang benar. “Jika sekarang aku berpikir tentang itu, tentu saja aku adalah anak yang menyebalkan!” jelas Kishimoto.
Waktu beranjak SD, Masashi Kishimoto sangat suka menggambar. Selama sekolah ia mencoret buku catatannya dengan gambarannya, bahkan ia tetap menggambar saat ia sedang bermain petak umpet dengan teman-temannya sambil menunggu ditangkap. Anime favorit Kishimoto-sensei adalah Doraemon, sampai suatu hari ia melihat Mobile Suit Gundam, semua yang ia gambar adalah karakter dari anime tersebut.
Setelah tergila-gila menggambar Mobile Suit Gundam, muncul anime baru, yaitu manga terkenal dari Akira Toriyama-sensei: Dr. Slump. Masashi Kishimoto bercerita tentang betapa ia tidak percaya, bagaimana bisa gambar Dr. Slump sangat bagus dan ia mulai menggambar karakter-karakter anime itu. Ia bahkan sampai ikut serta dalam lomba menggambar Arale-chan menggunakan crayon.
Menjelang kelulusan SD, Kishimoto sangat tergila-gila pada Dragon Ball, manga paling terkenal dari Akira Toriyama-sensei. Kishimoto-sensei sempat memberi pernyataan betapa ia sangat terobsesi pada Toriyama-sensei, “Beliau bagaikan dewa bagiku, aku selalu menggambar tiap karakter yang bermunculan dalam Dragon Ball.” Dan akhirnya Masashi Kishimoto membuat keputusan yang tidak akan ia sesali. Ia mulai dengan berpikir “Manga itu luar biasa” dan ia ingin menjadi mangaka populer seperti Akira Toriyama. Kishimoto membuat karya pertamanya yang berjudul “Hiatari-kun”, tentang seorang remaja ninja.
Ketika menginjak SMP, Kishimoto memfokuskan diri pada hal lain selain menggambar. Baseball mengambil bagian penting pada saat itu. Menggambarpun hampir tidak ia lakukan lagi karena tidak ada waktu. Namun pada suatu hari ia melihat poster yang menurutnya sangat bagus. Gambar itu ternyata adalah “Akira” karya Katsuhiro Ootomo.
Kishimoto mulai menggambar “Akira”, dan gaya gambarnya berubah banyak. Tapi, betapa banyakpun ia mencoba meniru, ia tidak bisa. Mustahil untuk ditiru. Efek, desain, dan setiap detil gambar tersebut amat berbeda dari mangaka lain. Akhirnya Kishimoto-sensei menyadari, karya yang hebat adalah karya original, dan meniru gambar orang lain tidak berguna.
Kishimoto mencoba menggambar dengan cirinya sendiri, tetapi ia tetap tidak bisa. Ia pun akhirnya menyerah dan mengahabiskan sepanjang masa SMPnya untuk meniru gambar Ootomo-sensei. Saat ia di kelas XI, Kishimoto berhasil merampungkan komik pertamanya yang berisi 31 halaman. Ia menanyakan pendapat adiknya. Tapi yang ia dapat hanya “Jelek”. Ia tidak terima perkataan itu dan bertanya lagi pada ayahnya. Ternyata jawaban ayahnya sama saja. Kishimoto tetap antusias dan mengirimkan komiknya itu untuk Jump Magazine Award, tapi gagal dan komik itu selamanya menjadi tumpukan terbawah pada meja gambarnya.
Kishimoto tidak menyerah dan membuat banyak komik lagi. Tetapi komiknya selalu saja tidak bagus. Ia heran mengapa komiknya tidak bagus dan apa yang membuat komik orang lain bisa lebih bagus? Karena ia menghabiskan waktunya untuk mencari jawaban tersebut, Kishimoto lulus SMA dengan peringkat 38 dari 39 siswa. Keadaan menjadi serba salah. Tidak pandai menggambar komik, juga tidak pintar di sekolah, lalu akan jadi apa ia nanti? Masashi Kishimoto tidak menyerah dan berusaha lebih keras untuk menjadi mangaka Jump. Jika sekarang Kishimoto mengingat kembali semuanya, Ia tidak banyak berpikir, “Yah, semua akan berhasil!. Syukurlah karena aku bodoh!”
Sekarang Masashi Kishimoto berhasil meraih impiannya menjadi Mangaka Jump yang terkenal, komiknya tentang ninja yaitu Naruto. Masashi Kishimoto menjadi mangaka terkenal semenjak karyanya, Naruto sukses besar baik di Jepang sendiri ataupun di negara-negara lain. Pada tahun 1999 Naruto pertama kali dipublikasikan di Shounen jump membuat Kishimoto menerima penghargaan hop step. Saudara kembar Masashi Kishimoto, Seishi Kishimoto juga merupakan seniman manga dengan karyanya yang terkenal 666 Satan.



BAB II
PEMBAHASAN


A. Sinopsis Serial Anime Naruto
Menurut cerita, Naruto adalah seorang ninja dari desa Konoha (Konohagakure), sebuah desa fiktif yang konon tersembunyi di antara rimbunnya dedaunan hutan. Sejak kecil ia ditinggal oleh kedua orang tuanya, sehingga ia tidak pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua kepada anaknya. Dengan dukungan dari teman-teman dan guru-gurunya, Naruto tumbuh menjadi pemuda yang ceria, optimis, dan pemberani. Masashi Kishimoto, pengarang serial manga ini, dikutip dari wawancara terbaru dari Shonen Jump Amerika, mengatakan bahwa kehidupannya seperti Naruto ketika dia seumuran dengannya.
Dalam cerita digambarkan bahwa Naruto adalah ninja yang ceria, hiperaktif, kikuk, dan tidak tahu malu. Naruto kurang memiliki kecakapan dalam bertarung. Dia juga sebenarnya tidak memiliki ilmu yang tinggi dan sering bertindak gegabah. Dalam bertarung ia sering melawan musuh tanpa pemikiran panjang. Namun seiring dengan perjalanan yang dilaluinya, dia mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang memberikannya pengetahuan tentang taktik serta tehnik bertarung yang baik.
Dua belas tahun sebelum Naruto lulus dari akademi ninja, monster yang berbentuk rubah berekor sembilan, Kyuubi, meneror desa Konohagakure. Minato Namikaze (ayah Naruto) yang bergelar Hokage ke-4 yang saat itu memimpin desa Konoha, mengurung dan menyegel si Rubah Ekor Sembilan ke dalam tubuh Naruto yang saat itu masih bayi. Tak lama kemudian, Hokage ke-4 tewas setelah melakukan ritual penyegelan itu. Dengan penyegelan yang dilakukannya, Hokage ke-4 berharap Naruto akan dipandang sebagai seorang pahlawan, yang terpaksa ditumbalkan untuk mengurung monster itu. Tapi sayangnya hal itu tidak terjadi. Banyak penduduk Konohagakure beranggapan bahwa Naruto tak lebih dari bocah setan yang mewarisi darah Rubah Ekor Sembilan yang pernah menyerang mereka, sehingga mereka membenci dan menjauhinya.
Naruto hidup sendiri sejak masih kecil. Dia tumbuh tanpa kasih sayang orang tua dan perhatian orang di sekitarnya. Karena itu, ia berusaha untuk mencari perhatian orang-orang disekitarnya, dengan cara melakukan perbuatan yang tidak baik dan melanggar norma. Karena terus menerus dijauhi, Naruto berjanji untuk mewujudkan mimpinya untuk menjadi Hokage, yaitu gelar untuk pemimpin di desanya. Sebuah mimpi yang sangat sulit untuk diwujudkannya, terutama karena tak ada satu orang pun yang membantu dan mendukungnya untuk mewujudkan mimpinya, sampai ia bertemu dengan Iruka Umino, yang kemudian menjadi guru pembimbingnya. Iruka Umino memiliki masa kecil yang mirip dengan Naruto. Saat ia masih kecil, kedua orang tuanya tewas dalam pertarungan melawan Kyuubi, yang sekarang bersemayam di tubuh Naruto. Hal ini membuat Iruka mengerti penderitaan yang dialami Naruto. Iruka adalah orang pertama yang mau mengakui keberadaan Naruto.

B. Karakter Dan Watak Dalam Serial Anime Naruto
     1. Naruto Uzumaki
Terbiasa mandiri sejak masih kecil, Uzumaki Naruto memang terlahir sendiri, hidup sendiri, dan menjalani kegiatan sendiri-sendiri tanpa ada yang mengasihi sebab dia dianggap orang-orang sebagai pembawa sial. Hingga pada akhirnya Naruto mendapatkan pengakuan pertama kalinya oleh guru Iruka sebagai seorang ninja yang kelak suatu hari bisa menjadi Hokage terhebat. Karakter tokoh Uzumaki Naruto mengajarkan kepada kita bahwa biarkanlah orang lain meremehkan cita-cita kita, tetaplah semangat dan terus berjuang. Tunjukkan kepada mereka di suatu hari nanti kalau kita berhasil meraih cita-cita yang selama ini kita impikan. 
      2. Sakura Haruno
Ketika Sakura masih menjadi genin, dia memiliki inner yang sangat bertentangan dengan jiwa dalam dirinya. Namun ketika dia menjadi chunin, inner tersebut seakan menghilang dengan sendirilah. Inilah yang disebut olah Sakura sebagai sebuah kedewasaan perilaku perempuannya. Ada pelajaran yang dapat diambil dari Tokoh Sakura bahwa Kedewasaan seseorang tidak ditentukan dari umur, tetapi oleh pola pikir dan perilaku kita sendirilah yang menunjukkannya.
       3. Uchiha Sasuke
Sasuke merupakan teman baik dari Naruto (tokoh utama) dan Haruno Sakura. Mereka bersahabat baik ketika masih kecil. Namun Sasuke pergi meninggalkan desanya untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar, akhirnya dia pergi berguru ke Orochimaru. Kekuatan besarnya inilah yang digunakan untuk membuktikan bahwa dia bisa melebihi kekuatan kakaknya yakni Uchiha Hitachi dan dendamnya atas kematian semua anggota clannya dapat terbalaskan. Pesan moral yang disampaikan oleh Uchiha Sasuke adalah Tuntutlah ilmu setinggi mungkin meskipun kita harus melalui jalan yang dianggap sulit dan berbahaya oleh orang lain.
        4. Hatake Kakashi
Kakashi adalah anak dari sakumo Hatake, seorang jenius yang dikenal sebagai "Taring Putih Konoha". Tidak banyak yang mengetahui tentang ibunya karena dia meninggal pada usia muda. Kakashi sendiri telah dianggap sebagai keajaiban. Karena kemampuan dan kecerdasannya, dia lulus dari Akademi dalam setahun pada peringkat teratas di kelasnya pada umur lima tahun, tak lama kemudian bergabung di tim di bawah pimpinanminato Namikaze bersama Obito Uchiha dan Rin Nohara. 
        5. Rock Lee
Lee termasuk kedalam karakter anime yang memiliki semangat membara bagaikan api. Semangatnya ini berasal dari guru Gay yang mendidiknya sejak kecil. Meskipun Rock Lee divonis tak bisa menggunakan Ninjutsu, tetapi dia tetap terus belajar dengan jurus andalannya yakni Taijutsu. Bahkan sama dengan Uzumaki Naruto, Lee juga memiliki cita-cita menjadi Hokage. Pesan moral, setiap orang memiliki bakat dan talenta masing-masing, janganlah terus memaksa untuk bisa berkeahlian seperti orang lain. Tapi teruslah asah apa yang menjadi bakat kita, dan buatlah menjadi 'paling nomor Satu' di dunia.
         6. Shikamaru Nara
Melihat Shikamaru mungkin kita akan membayangkan rasa malas, sebab karakter ini memang selalu bermalas-malasan. Namun dibalik rasa malasnya, dia memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi. Tak jarang karena kecerdasannya tersebut, Shikamaru menjadi komandan disetiap penyerangan. Pesan: Jangan tiru sifat malas dari Shikamaru, tetapi tirulah kecerdasannya dalam memecahkan setiap masalah dengan kepala dingin, Serius tapi Santai.
        7. Gaara
dia merupakan salah satu ninja dari negeri pasir. Dia terlahir sebagai manusia monster yang ingin membunuh semua orang di dunia ini. Namun setelah bertarung dengan Naruto Uzumaki dirinya sadar dan menjadi pribadi yang baik. Bahkan Gaara menjadi Kazekage (pemimpin) diusia yang masih terbilang sangat muda. Pesan Moral yang diajarkan oleh Gaara adalah Manusia tak ada yang sempurna, Meskipun masa lalu kita sangat pahit dan penuh dengan kesalahan, tetapi mulai sekarang cobalah untuk memperbaikinya dan jangan menyerah. Ingatlah tak pernah ada kata terlambat untuk orang yang berniat merubah jalan hidupnya.
         8. Hidan (Anggota Akatsuki)
Hidan merupakan tokoh antagonis yang ada dalam serial anime Naruto. Meskipun dia termasuk kedalam tokoh jahat, tetapi Hidan tetap setia terhadap agamanya. Bahkan dalam anggota Akatsuki, hanya Hidan lah yang setia memeluk dan selalu beribadah kepada agamanya. Pesan: Selalu ada kebaikan bahkan pada tokoh jahat sekalipun, meskipun perilakunya minus tapi dia selalu taat dan tak pernah lupa menjalankan kewajiban agamanya.

C. Makna Atau Pesan Moral Dalam Serial Anime Naruto
Masashi Kishimoto berpendapat bahwa "Dalam kehidupan nyata, sulit bagi masyarakat untuk memahami satu sama lain karena hal hal seperti perbedaan budaya atau pendidikan. Saat Anda tumbuh, Anda mulai melihat bahwa kadang-kadang hal dalam hidup tidak menuju kebenaran. Tapi saya membuat Naruto untuk memberitahu generasi muda bahwa meskipun ada kesulitan dalam hidup, Anda bisa akur. Selain itu, saya lebih suka membiarkan penonton mencari tahu sendiri apa yang mereka dapat dari Naruto".
Naruto sendiri menceritakan tentang anak yang ingin menjadi ninja dan seorang Hokage (pemimpin desa ninja). Tapi, perjuanganya tidaklah mudah karena ditubuhnya ada monster Kyubi (musang ekor sembilan). Hal ini yang membuat Naruto tidaklah memiliki dan dijauhi oleh teman-temannya. Hal inilah yang menjadi inti konflik dalam cerita Naruto.
Kemampuan Masashi Kishimoto untuk mengangkat cerita Ninja yang merupakan budaya asli Jepang, Tentulah patut diapresiasi. karena, beliau mampu mengangkat cerita Ninja menjadi lebih modern dan menghibur. Namun, kemampuan yang lain adalah memasukan unsur moral. Kedalam cerita Naruto yang membuat Komik ini mampu memberikan motivasi sendiri. Apalagi, cerita Naruto pun memasukan unsur kenyataan dalam hidup yang sering terjadi didunia nyata.
Makna yang bisa dapat kita petik diantaranya jangan pernah meremehkan orang lain, teruslah memperjuangkan impian kita, selalu memegang ikatan pertemanan dan persaudaraan, jangan pernah menyimpan rasa dendam, jangan pernah melanggr janji. Tentunya masih banyak lagi yang bisa dimaknai dalam serial anime naruto ini.
Ada beberapa kutipan kalimat mutiara yang bisa dijadikan sebagai motivasi diri, diantaranya:
  1. “Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku” (Uzumaki Naruto)
  2. “Yang diperlukan oleh Shinobi bukan jumlah jutsu yang dapat dikuasainya, tetapi yang diperlukan Shinobi adalah tekad pantang menyerah” (Jiraiya)
  3. “Penderitaan membuatku semakin kuat dan berkembang” (Pain, chapter 474)
  4. “Shinobi yang melanggar aturan memang disebut sampah, tetapi shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah” (Uchiha Obito)
  5. “Selemah apapun musuhku, aku tidak akan meremehkan mereka” (Aburame Shino)
  6. “Tidak Semua Mimpi dan harapan akan terwujud sesuai dengan keinginan kita” (Orochimaru)
  7. “Aku hanya ingin melindungi mereka, walau harus menjalani penderitaan seperti apapun” (Nagato, chapter 373)
  8. “Kemampuan individu seorang ninja memang penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kerjasama tim” (Hatake Kakashi)
  9. “Semua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri, itu disebut kenyataan. Tetapi pengetahuan atau persepsi itu sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, semua orang hidup dalam asumsi” (Uchiha Itachi)
  10. “Kau gagal tetapi masih bisa mampu bangkit kembali, karena itu menurutku arti dari kuat yang sebenarnya” (Hinata Hyuuga)
  11. ”Jika kau menungguku untuk menyerah, kau akan menungguku selamanya” (Naruto Uzumaki)
  12. “Kegagalan juga menyenangkan, hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan itu berguna untuk menempa diri sendiri” (Jiraiya)
  13. “Tanpa arah dan tujuan, tidak ada gunanya seorang ninja hidup di dunia ini” (Guy Maito)
  14. ”Jalan hidup seorang murid adalah warisan dan estimasi dari sang guru” (jiraiya)
  15. ”Untuk mencapai tujuan akhirmu, kamu harus bersabar” (Tobi)
  16. “Jika kamu percaya dengan impianmu aku akan membuktikan padamu bahwa kamu bisa meraih impianmu hanya dengan bekerja keras” (Rock Lee)
  17. “Seseorang akan menjadi kuat apabila melindungi seseorang yang dicintainya” (Haku)
  18. ”Aku harus percaya pada diriku sendiri, percaya bahwa aku adalah orang yang mereka percaya” (Uzumaki Naruto, chapter 495)
  19. ”Menunggu dan membuat orang lain menunggu adalah hal yg kubenci” (Sasori)
  20. ”Semua yang memiliki bentuk, suatu saat akan membusuk” (Orochimaru)

D. Pro dan Kontra Mengenai Serial Anime Naruto
Nama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selama ini seringkali menjadi kontroversi khususnya di kalangan masyarakat pecinta Anime Jepang di Indonesia. Berawal dari berita peneguran mengenai beberapa tayangan yang dianggap bermasalah yang di antaranya mencakup beberapa judul Anime, belakangan justru tersebar opini yang menuding KPI sebagai pihak yang bertanggungjawab atas berkurangnya jumlah tayangan bergenre Anime di televisi nasional atau mencekal beberapa judul Anime tertentu, atau menyebabkan penayangan Anime tertentu terhenti sebelum selesai. Tapi benarkah kenyataannya seperti itu?
KAORI Nusantara sebagai penyelenggara Forum Anime Indonesia. Sebuah acara diskusi panel, berusaha mempertemukan pihak berkepentingan untuk membahas masalah-masalah “diskoneksi” yang dihadapi pelaku aktif dalam perkembangan anime di Indonesia turut mengundang pihak KPI untuk berpartisipasi dalam Forum Anime Indonesia. Diwakili oleh Agatha Lily selaku Asisten Ahli Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran dan bidang Infrastruktur dan Sistem Penyiaran KPI, berikut klarifikasi dari pihak KPI atas berbagai tudingan yang selama ini dituduhkan oleh beberapa kalangan pada ajang Forum Anime Indonesia kedua yang diselenggarakan pada tanggal 30 Maret 2014 lalu bertempat di Binus International Japanese Culture Club Public Page dalam rangka perhelatan BIJAC no Tanjoiwai 7, BIJAC no Matsuri.
Agatha menegaskan, KPI juga akan terus memantau tayangan yang dikonsumsi publik. Pemberian sanksi dipastikan akan diterima oleh pemilik tayangan yang tak memerhatikan kaidah penyiaran yang baik. Sebelumnya, KPI menilai sejumlah adegan pada program anak-anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak. Muatan itu mulai dari kekerasan fisik, kekerasan terhadap hewan, penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai, kata-kata kasar, hingga perilaku yang tidak pantas.
KPI juga menyoroti adanya unsur-unsur mistis, muatan porno, dan sifat-sifat negatif, seperti emosi kemarahan, serakah, pelit, rakus, dendam, iri, malas, dan jahil dalam beberapa tayangan siaran. Berdasarkan kajian yang dilakukan KPI bersama sejumlah pakar terhadap sejumlah tayangan anak dan kartun, KPI menemukan muatan-muatan kekerasan dan berbahaya dalam tayangan tersebut.
KPI menyoroti program kartun dengan kekerasan yang eksplisit dan masif ditayangkan setiap hari dengan frekuensi dua kali sehari. Atas kajian itu, KPI menetapkan tiga tayangan yang termasuk dalam kategori berbahaya, yakni Bima Sakti (ditayangkan oleh ANTV), Little Krisna (ANTV), serta Tom & Jerry (ANTV, RCTI, dan Global TV). Adapun dua tayangan anak dan kartun yang masuk dalam kategori hati-hati adalah Crayon Sinchan (RCTI) dan Spongebob Squarepants (Global TV). Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, KPI telah melayangkan teguran tertulis kepada stasiun-stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut.
KPI juga mengimbau agar orangtua melarang anak-anaknya menonton kelima program di atas. Sebaliknya, KPI mengapresiasi tujuh program anak dan kartun yang dianggap memberikan inspirasi dan kaya muatan edukasi bagi anak. Tayangan itu adalah Dora The Explorer (Global TV), Adit Sopo Jarwo (MNC TV), Laptop Si Unyil (Trans 7), Curious George (ANTV), Thomas and Friends (Global TV), Unyil Keliling Dunia (Trans 7), serta Disney Junior (MNC TV).

E. Undang-undang Tentang Perfilman atau Penyiaran
Kesepahaman dan kesepakatan Para Pihak memperhatikan peraturan perundang-undangan:
  1. Undang-undang nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
  2. Undang-undang nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman.
  3. Undang-undang nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran
  4. Undang-undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
  5. Undang-undang nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
  6. Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  7. Undang-undang nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
  8. Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 1994 tentang Lembaga Sensor Film
  9. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI nomor PM/31/UM001/MKP/2005 tentang Tata Kerja Lembaga Sensor Film dan Tata Laksana Penyensoran
  10. Peraturan Komisi-Penyiaran Indonesia Nomor 02 Tahun 2007 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran
  11. Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 03 Tahun 2007 tentang Standar Program Siaran
Pasal 2

Dalam kesepahaman dan kesepakatan bersama ini yang dimaksud dengan:
  1. Penyensoran program siaran televisi adalah penyensoran yang dilakukan oleh Lembaga Sensor Film terhadap isi siaran dalam bentuk film, reklame film, dan/atau iklan yang wajib memperoleh Surat Tanda Lulus Sensor dari Lembaga Sensor Film sebelum ditayangkan oleh Lembaga Penyiaran Televisi.
  2. Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang dengar yang dibuat berdasarkan azas sinematografi dengan direkam pada pita siluloid, pita video, piringan video dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik atau proses lainnya dengan atau tanpa suara yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik dan/atau lainnya.
  3. Reklame Film adalah sarana publikasi dan promosi film, baik yang berbentuk poster, stillphoto, slide, klise, trailer, banner, pamflet, brosur, baliho, folder, plakat maupun iklan sebagai sarana publikasi dan promosi lainnya.
  4. Siaran Iklan adalah siaran informasi yang bersifat komersial dan layanan masyarakat tentang tersedianya jasa, barang dan gagasan yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan.
  5. Program Televisi adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat televisi.
Pasal 3
  1. Program siaran televisi yang disensor oleh Lembaga Sensor Film yang terkait dengan Nota Kesepahaman dan Kesepakatan ini adalah film yang dibuat dengan bahan pita video atau piringan video (laser disc/ video disc) dan/atau hasil penemuan teknologi lainnya melalui proses elektronik dan ditayangkan kepada khalayak dengan sistem proyeksi elektronik.
  2. Isi film, reklame film dan iklan yang terkait dengan Nota Kesepahaman dan Kesepakatan ini, meliputi film cerita, film non cerita, iklan komersial dan iklan layanan masyarakat.
  3. Film yang tergolong jenis berita (ranah jurnalistik) dan siaran secara langsung (live program) tidak termasuk dalam Nota Kesepahaman.

F. Teori dan Etika Komunikasi
Pada analisa serial anime naruto ini, jika dikaitkan dengan asumsi dasar teori kultivasi maka terdapat tiga asumsi yaitu :
  1. Secara esensial dan fundamental televisi berbeda dengan media yang lain. Asumsi ini menunjukkan bahwa spesifikasi keunikan dari televisi yaitu kelebihan televisi menjadikannya istimewa seperti televisi tidak memerlukan sederetan huruf-huruf seperti halnya media cetak lainnya, televisi bersifat audio dan visual yang dapat dilihat gambar dan suaranya, televisi tidak memerlukan mobilitas atau memutar tayangan yang disenangi dan karena aksesibilitas dan avaibilitasnya untuk setiap orang membuat televisi menjadi pusat kebudayaan masyarakat kita. Asumsi ini menjadikan serial manga naruto menjadi anime dan mendapatkan lebih banyak penggemarnya. Hal ini dikarenakan konsumen lebih menyukai dan memilih untuk menonton dari pada membaca manga, dengan alasan menonton lebih mudah dimengerti karena berbentuk audio visual serta kemudahan dalam mengakses televise.
  2. Televisi membentuk cara kita berfikir dan berhubungan. Asumsi ini masih berkaitan dengan pengaruh tayangan televisi, pada dasarnya televisi tidak membujuk kita untuk benar-benar meyakini apa yang kita lihat di televisi, berdasarkan asumsi ini, teori kultivasi mensuplay alternative berfikir tentang tayangan kekerasan di televisi. Terjadinya pro dan kontra dalam tayangan serial anime naruto karena terdapat perbedaan persepsi dan paradigma dari setiap individu yang menanggapinya. Pertarungan yang ada di dalam anime naruto oleh sebagian orang dianggap sebagai adegan kekerasan yang tidak seharusnya diperlihatkan untuk anak-anak. Namun sebagian orang lainnya menganggap bahwa hal tersebut adalah wajar karena genre atau aliran dalam anime naruto sala satunya adalah aksi (action) yang menjadikan bahwa pertarungan adalah bagian dari cerita tersebut.
  3. Televisi Hanya Memberii Sedikit Dampak. Asumsi yang terakhir ini mungkin agak berbeda dengan asumsi dasar Teori Kultivasi, namun Gerbner memberiikan analogi ice age untuk memberi jarak antara teori kultivasi dan asumsi bahwa Televisi hanya memberikan sedikit efek atau dampak. Dalam analogi ice age menganggap bahwa Televisi tidak harus mempunyai dampak tunggal saja akan tetapi mempengaruhi penontonnya melalui dampak kecil yang tetap konstan.

G. Referensi Anime yang Menginspirasi
     1. Sword Art Online
Anime ini mengajarkan untuk terus berjuang dengan seluruh kekuatan dan kemampuan tanpa membuat alasan, karena itulah sumber kekuatan yang sesungguhnya. Selain itu anime ini menjelaskan bahwa realita tidak selalu sesuai dengan ekspetasi atau harapan kita, realita yang ada bisa saja lebih buruk dari apa yang kita harapkan namun tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah sesuatu yang baik untuk kehidupan kita.
     2. Hata Raku Maou Sama
Anime ini menjelaskan bahwa orang tidak selamanya akan berada di atas, ketika takdir berkata lain maka semua bisa berbalik keadaannya karena hidup seperti putaran roda. Jalan cerita pada anime ini mengajarkan tentang etos kerja yang tinggi, kegigihan dalam mencapai target yang telah dibuat, sikap toleransi dan solidaritas yang tinggi, kesederhanaan dalam menjalani hidup, dan sikap rendah hati serta pemaaf terhadap musuh bahkan disaat teman yang paling dipercaya berkhianat sekalipun.
     3. Shokugeki no Soma
Anime ini mengajarkan bahwa bakat saja tidak cukup untuk menjadi seseorang yang hebat dan bisa dengan mudah untuk mencapai puncak. Namun kerja keraslah yang menjadikan seseorang menjadi lebih kuat dan hebat dibanding dengan mereka yang hanya mengandalkan bakat alaminya saja. Menganalogikan seperti sebuah pisau tumpul yang selalu diasah maka akan tajam dan bisa memotong apapun dengan mudah dibandingkan dengan pisau yang tajam namun dibiarkan begitu saja maka akan berkarat dan tak berguna.
      4. One Piece
Anime yang bercerita tentang bajak laut ini merupakan anime yang mempunyai banyak penggemar karena jalan cerita seru yang selalu diiringi dengan komedi, namun anime ini mengajarkan banyak makna dan pesan moral. Kesombongan merupakan awal dari kehancuran, kehilangan bukan akhir dari segalanya dan arti persahabatan yang sesungguhnya. Jika dilihat dari sang tokoh utama Luffy adalah orang yang ramah dan sejak awal terlihat sama sekali tidak pintar. Sebagai seorang bajak laut Luffy bisa dikatakan sangat awam karena tidak mengetahui apapun tentang kompas dan ilmu kelautan. Namun, disitulah letak kebangkitan Luffy, dia mau berjuang dan belajar demi mencapai keinginannya.
      5. Angel Beats
Anime ini mengajarkan tentang arti sebuah kehidupan. Apa yang terjadi di masa lalu adalah pelajaran dan peringatan untuk hari ini dan masa depan, apa yang terjadi hari ini harus membawakan kebaikan di masa depan, dan masa depan tergantung pada apa yang terjadi hari ini dan hasil dari proses perbaikan masa lalu. Mengajarkan untuk menjadi pribadi yang lebih berguna untuk sesama yang membawakan manfaat bagi kehidupan orang lain, karena hidup akan indah bila saling berbagi.

H. Manfaat Menonton Anime atau Kartun
Selain sebagai sarana hiburan, ternyata anime memiliki manfaat yang tidak banyak orang sadari. Hal tersebut menjadi dampak positif yang dapat secara langsung dirasakan. Anime atau tayangan kartun tidak seharusnya dicap sebagai media pembodohan, akan tetapi sebagai media pembelajaran dan pelatihan karena didalamnya dapat meningkatkan daya tangkap anak dan orang yang menontonnya, menanamkan nilai moral, meningkatkan kreatifitas dan daya imajinasi anak, warna-warna yang ada di setiap film kartun juga dapat memicu perkembangan otak anak. seperti yang kita ketahui, bahwa warna mempengaruhi perkembangan otak kanan apalagi masa kanak-kanak adalah saat yang tepat untuk belajar, mengajarkan semangat agar tidak mudah dalam menyerah, mengajarkan pentingnya sebuah persahabatan, menambah wawasan dan pengetahuan tentang budaya luar, menjadikan diri menjadi pribadi yang tangguh dan kuat, memiliki kekuatan untuk mencapai tujuan dan impian, pentingnya untuk terus melatih diri dengan lebih keras dan mengajari arti hidup.



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Pada dasarnya setiap tayangan yang hadir di masyarakat tidak selamanya memiliki makna negatif atau positif, akan tetapi semua tergantung pada persepsi dan paradigma seseorang dalam menanggapi suatu fenomena yang terjadi. Serial anime naruto sesungguhnya penggambaran jalan hidup yang dilalui oleh sang penulis (mangaka) yang dikemas dalam bentuk berbeda yaitu cerita fiksi namun memiliki makna yang mendalam. Masa lalu yang yang dilalui oleh sang penulis sama seperti naruto, berawal dari masa kecil yang memiliki cita-cita tinggi namun bakat yang tidak mendukung namun itu semua diwujudkan dengan usaha nyata dan kerja keras. Terjadinya perubahan prilaku yang terjadi anak-anak maupun remaja masa kini tidak sepenuhnya karena mereka menonton anime/kartun, akan tetapi ada sumber lain yang mempengaruhi mereka seperti kebebasan dalam pergaulan yang tidak terawasi dan terkontrol secara baik oleh orang tua. Orang tua seharusnya lebih selektif mengenai setiap tayangan karena masing-masing mempunyai batas usia bagi penontonnya. Oleh sebab itu, janganlah memberi pandangan ataupun label negative terhadap tayangan tertentu tanpa memperhatikan aspek-aspek lain.



DAFTAR PUSTAKA


https://harzz229.wordpress.com/sinopsis-cerita-naruto/ Dikutip hari kamis 21 April 2016 pukul 13:11
http://www.kejadiananeh.com/2015/09/karakter-tokoh-naruto-yang-pantas-kita-tiru.html Dikutip hari kamis 21 April 2016 pukul 13:22
http://otaku-indon.blogspot.co.id/2015/04/7-pesan-moral-terpenting-dari-serial.html Dikutip hari kamis 21 April 2016 pukul 13:27
http://alif-unique.blogspot.com/2012/11/watak-tokoh-tokoh-pada-anime-naruto.html Dikutip hari jumat 22 April 2016 pukul 14:21
http://anime-naruto-mangas.blogspot.com/p/alur-cerita.html Dikutip hari jumat 22 April 2016 pukul 14:29
http://narutosight.blogspot.com/2013/04/1001-kata-bijak-film-naruto.html Dikutip hari jumat 22 April 2016 pukul 17:13
http://rizky-kusumo.blogspot.com/2012/08/motivasi-hidup-dalam-komik-naruto.html Dikutip hari jumat 22 April 2016 pukul 17:41
http://www.tribunnews.com/nasional/2014/09/23/kpi-ini-lima-acara-tv-yang-berbahaya-bagi-anak-anak Dikutip hari sabtu 23 April 2016 pukul 11:07
https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/10249/komisioner-kpi-saya-juga-termasuk-penggemar-anime-lho Dikutip hari sabtu 23 April 2016 pukul 11:22
http://www.muvila.com/tv/artikel/bukan-karena-kpi-inilah-alasan-global-tv-hentikan-dragon-ball-151114o.html Dikutip hari sabtu 23 April 2016 pukul 11:42
http://siapik.pom.go.id/apps/files/aturan/2015/9/20150917_102717_aturan.pdf Dikutip hari minggu 24 April 2016 pukul 10:42
http://www.kpi.go.id/download/MoU/2012-10-22%20MoU%20KPI%20dan%20LSF.pdf Dikutip hari minggu 24 April 2016 pukul 11:01
http://www.kpi.go.id/index.php/undang-undang Dikutip hari minggu 24 April 2016 pukul 11:14http://lsf.go.id/index.php Dikutip hari selasa 25 April 2016 pukul 11:17

Senin, 07 Maret 2016

Kunci Menghadapi Moderisme

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Modern berasal dari bahasa Latin, yaitu modernus, yang berarti: saat ini; sekarang; masa kini dan akhir-akhir ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata modern diartikan sebagai sikap cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman. Modernitas berarti realitas kemodernan yang kongkrit. Modernisme berarti paham mengenai kemodernan. Sedangkan modernisasi adalah suatu proses aktivitas yang membawa kemajuan, perubahan, dan perombakan secara asasi susunan dan corak suatu masyarakat dari statis menuju dinamis; dari tradisional menjadi rasional; dari feodal menjadi kerakyatan, dengan jalan mengubah cara berpikir masyarakat sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi segala aparat dan tata cara semaksimal mungkin.
Ilmu menghasilkan teknologi yang akan diterapkan pada masyarakat. Teknologi dalam penerapannya dapat menjadi berkah dan penyelamat bagi manusia, tetapi juga bisa menjadi bencana bagi manusia. Disinilah pemanfaatan pengetahuan dan teknologi harus diperhatikan sebaik-baiknya. Dalam filsafat penerapan teknologi meninjaunya dari segi aksiologi keilmuan. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan. Tanggung jawab etis merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut juga tanggung jawab terhadap hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa lalu, sekarang, maupun akibatnya bagi masa depan.

B. Rumusan Masalah
  1. Teknologi, Modernisme, dan Agama.
  2. Krisis Manusia Modern.
  3. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama.
  4. Perlunya Pendidikan Karakter.



BAB II
PEMBAHASAN


A. Teknologi, Modernisme dan Agama.
Kemajuan teknologi benar-benar telah mengubah dunia kita. Kita tinggal di dunia yang besar dan terhubung. Kita semakin sering online dan globalisasi berarti kita sedang berkompetisi, bukan hanya secara lokal, tapi juga internasional. Teknologi merupakan faktor kunci di balik alasan mengapa kita membutuhkan bantuan mengenali agama, pendidikan karakter dan soft skill/keterampilan interpersonal. Dalam hal teknologi itu sendiri, produk-produk dikembangkan dan menjadi usang jauh leih cepat. Sekarang, kita harus lebih keras lagi untuk tetap unggul. Jika berpikir bahwa hal-hal sudah berubah di luar bayangan dalam dua puluh, sepuluh, ayau bahkan lima tahun terakhir dalam hal teknologi dan sosial media, ini hanya akan meningkat. Pada umumnya, perubahan ini akan bertambah dengan cepatnya, sehingga kita hampir tidak memperhatikannya. Hal ini membuatnya semakin penting lagi untuk memastikan bahwa usaha kita tetap konstan dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam dunia modern perspektif filsafat manusia. Pertama, manusia modern adalah subyek dimana manusia sebagai pengendali sekitarnya (antropsentris). Kedua, manusia modern itu bersifat kritis, tidak menerima sesuatu apa adanya. Ketiga, orang modern itu progresif, selalu berpikir maju (future oriented).
Ciri masyarakat modern:
  1. Berkembangnya sains, teknik, ekonomi kapitalis.
  2. Kesadaran yang menempatkan manusia sebagai titik sentral jagad raya ini. Sehingga kosmosentrisme berubah menjadi antroposentrisme.
  3. Penolakan pada tradisi; mengutamakan individu dan menganggap pentingnya kebebasan; 
  4. Keyakinan pada kemampuan akal, kemajuan dan sains;
  5. Pemisahan masyarakat dari yang sakral dan agama melalui proses sekularisasi dan membuka nilai perubahan dan penemuan. 
  6. Dalam bidang politik; munculnya sektor swasta yang berbeda dengan sektor negara; mengutamakan hukum dan negara; serta keharusan membangun dan mempertahankan kebebasan publik.

B. Krisis Manusia Modern.
Menurut Sayyid Hossein Nasr krisis manusia modern akibat sekularisasi. Kegagalan menemukan ketenteraman batin serta hilangnya keseimbangan diri. Akar krisis itu tak lain adalah bersumber dari penolakan terhadap hal-hal yang bersifat rohaniah atau spiritual dan penyingkiran peran agama dalam kehidupan manusia.
Menurut Yusuf al Qaradhawi adalah manusia sekuler cenderung kehilangan orientasi hidup, kehilangan makna hidup (meaningless). Ini semua disebabkan karena mereka mengingkari hal-hal yang bersifat metafisis dan gaib seperti mengingkari adanya Tuhan Pencipta Alam, Rasul yang menerima wahyu, kehidupan dan kebangkitan manusia di alam akhirat, serta nilai-nilai ideal lainnya. Sekularisme juga mengakibatkan terjadinya kegelisahan dan kehampaan jiwa, manusia mengalami apa yang disebut dengan keterasingan diri (self alienation), dan kehampaan eksistensi. 
Alvin Toffler, seorang futurolog ternama, mengatakan bahwa salah satu gejala negatif yang muncul di kalangan masyarakat modern yang sekuler adalah timbulnya rasa kesepian, hilangnya struktur masyarakat yang kukuh, dan hilangnya makna-makna. (Alvin Toffler, The Third Wave (New York: Bantam Books, 1990). Muncul dekadensi moral akibat lepasnya ikatan-ikatan moral yang diajarkan agama. Hidup bersama tanpa ikatan perkawinan. Homoseksual dianggap biasa dan wajar sepanjang itu dilakukan secara sukarela dan suka sama suka, tanpa ada paksaan.
Murad W Hofmann, mantan pejabat diplomatik Jerman yang kini menjadi Muslim, menuturkan bahwa dampak buruk lainnya dari kondisi semacam itu adalah merajalelanya sikap hidup hedonisme, alkoholisme, seks bebas, pornografi dan AIDS yang kian tak terbendung. Di Berlin, misalnya, separuh dari jumlah perempuan yang sudah bersuami melakukan aborsi, karena merasa menguasai sendiri “perut” mereka meskipun harus membunuh anak yang punya hak asasi untuk hidup.
Sebenarnya agama adalah jawaban atas segala problem kemanusiaan, karena mencakup segala aspek diantaranya:
  1. Agama sebagai sarana rekonsiliasi.
  2. Hubungan transendental melalui ritual.
  3. Mensucikan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat.
  4. Fungsi Kritis.
  5. Identitas.
  6. Makna terhadap siklus hidup manusia

C. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama.
Dr. Yusuf al-qardhawy menyatakan ada lima faktor yang menyebabkan manusia butuh terhadap agama:
  1. Kebutuhan akal terhadap pengetahuan mengenai hakikat eksistensi terbesar.
  2. Kebutuhan berkaitan dengan fitrah manusia.
  3. Kebutuhan manusia terhadap kesehatan jiwa dan kekuatan ruhani.
  4. Kebutuhan masyarakat terhadap motivasi dan disiplin akhlak.
  5. Kebutuhan masyarakat kepada solidaritas dan soliditas.
Agama juga menjadikan manusia itu sendiri menjadi berkualitas. Banyak ayat-ayat di Al-Qur’an menjelaskan bagaimana ciri manusia mempunyai kualitas. Diantaranya:
  1. Manusia yang beriman dibahas dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurât ayat 14 yang artinya: "Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
  2. Manusia yang beramal saleh dikatakan di Surat At-tîn ayat 6 yang artinya: "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya".
  3. Manusia yang diberi ilmu dalam Surat Al-Isra Ayat 85 yang artinya: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidakalah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.
  4. Manusia berakal di dalam surat Al-Mulk ayat 10 yang artinya: "Dan mereka berkata: “Sekitarnya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kamu termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.
  5. Manusia sebagai khalifah dalam Surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
  6. Manusia yang jiwanya yang tenang dalam Surat Al-Fajr ayat 27-28, artinya: "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya".
  7. Manusia yang tenteram dalam Surat Ar-Ra'd ayat 28 yang artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram".
Kriteria manusia berkualitas menurut al-qur’an memang mempunyai banyak ciri, namun secara umum dapat disimpulkan ke dalam 4 ciri kualitas: kualitas iman, kualitas ilmu pengetahuan, kualitas amal saleh, dan kualitas sosial. Menurut djamaludin ancok ada empat kapital (modal) yang harus dipenuhi oleh manusia yang berkualitas:
  1. Modal intelektual (intelectual capital).
  2. Modal sosial (social capital).
  3. Modal kelembutan/budi pekerti (soft capital)
  4. Modal spritual (spritual capital).

D. Perlunya Pendidikan Karakter.
Dengan perubahan-perubahan yang terjadi, sangat jelas bahwa kita tidak punya pilihan lain selain menjalani tantangan yang ada di sekitar kita. Kita sekarang punya peluang-peluang yang nyata, lebih dari sebelumnya, untuk menjadi ‘versi yang lebih baik’ dari diri kita dan benar-benar menggali potensi kita. Dan kita bisa. Masing-masing dari diri kita benar-benar memiliki sumber daya dan kemampuan di dalam diri kita untuk mengembangkan keterampilan personal yang penting dan kompetensi yang kita butuhkan. Kita perlu memikirkan tentang semua tantangan-tantangan ini dan menjadi proaktif dalam berfikir mengenai bagaimana cara kita merespons tantangan itu. Setiap hari menyajikan peluang untuk belajar lebih banyak lagi, berbuat lebih banyak, menjadi lebih, dan lebih bertumbuh.
Menyadari pentingnya karakter, saat ini banyak pihak yang menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tunttan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekandasi moral lainnya. Bahkan di kota-kota besar tertentu gejala tersebut telah sampai pada taraf yang meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda di harapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter.
    1. Iman dan taqwa membentuk karakter bangsa.
Umat muslim melaksanakan shalat, puasa, naik haji dan yang lainnya merupakan bentuk-bentuk ibadah dan tata cara ibadah kepada Tuhan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan menghadiri pertemuan keagamaan sesusai dengan keyakinannya merupakan toleransi ragam agama. Shalat bersama-sama di masjid adalah perilaku mulia sebagai kebersamaan yang mempererat hubungan tali persaudaraan yang kuat.
Orang yang berbudi luhur memiliki sikap hidup yang selalu mempertahankan keyakinan agama melalui perilaku ucapan, tindakan, dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagai tata cara ibadah baik tata krama makan, minum, buang hajat, tidur, salam, dan lainnya. Sebagai perilaku kebersamaan seperti menjenguk orang sakit termasuk tata cara ibadah terpuji.
  • Akal sebagai keistimewaan manusia. Tuhan menganugrahkan akal untuk membuat argumen-argumen rasional untuk memperkuat ramah lingkungan. Hal ini dilakukan karena dengan akal banyak orang yang sadar cara pandang lingkungan.
  • Rejeki manusia. Tempat tinggal manusia berpindah-pindah dan berubah-ubah serta bertukar-tukar, sementara tempat tinggal binatang tidak berkembang. Makan dan minumnya berubah-ubah, maju dan berkembang, beda dengan binatang,
  • Kelebihan manusia dalam kejadiannya. Setiap anggota tubuhnya terletak pada tempatnya dan dengan peranan fungsi yang berbeda-beda namun saling berhubungan satu sama lain. Kesempurnaan kejadian susunan tubuh manusia seimbang dalam bentuk apa saja yang Tuhan kehendaki sebagaimana cara menciptakan susuan tubuh manusia.
  • Agama menjaga kemuliaan karakter manusia. Agar manusia tetap menjadi manusia, tetap utama dengan sempurna, maka keutamaan-keutamaan manusia itu harus dijaga dan dipelihara. Agama yang menjaga, memlihara kemuliaan itu.
  • Agama memelihara karakter jiwa manusia. Untuk mempertahankan kehormatan diri, mempertahankan agama, memadamkan fitnah kita perlu diri. Tuhan tidak menyukai orang yang melampaui batas.
    2. Karakter bangsa dalam budi pekerti.
  • Etika terhadap sesama manusia (terhadap yang memberi ilmu). Orang yang tidak mengindahkan guru itu dinamakan tidak berakhlakul karimah kepada guru dan kepada ilmu yang ia ajarkan. Sama dengan orang yang tidak memuliakan perintah Tuhan. Guru akan mengeluarkan dari lidah ilmu yang wajib diajarkan melainkan apabila ia girang. Buat sasaran itu patutlah pula kita pandai mengambil hati guru, dan berakhlakul mulia yang bisa menujuk dia dan menyenangkan hatinya.
  • Etika terhadap tetangga. Tidak ada siapa-siapa yang bisa segera menolong, susah payah atau sakit pening kita selain tatangga kita. Oleh karena itu patutlah kita berakhlak mulia satu sama lain, niscaya rusaklah pergaulan dan keimanan didalam satu kampung yang berupa satu rumah, dan durhakalah mereka itu dalam pandangan agama.
  • Etika dalam rumah tangga. Banyak rumah tangga yang tidak terurus, anak yang terlantar, sering bercerai-berai, bunuh membunuh, dan yang lainnya karena disebabkan mengubah ketetapan Tuhan yang Maha Esa. Barang siapa yang mengubah ketetapan tha’biat yang dijadikan oleh Tuhan itu akan merasa buahnya yang pahit.
  • Etika terhadap diri sendiri. Berkata dengan benar, berjanji ditepati, beramanah tidak khianat sebagai tanda perilaku orang baik dan jujur, terbuka, tenang. Walaupun tidak punya cukup pengetahuan tentang kenyataan hidup perilaku muncul darikesadaran diri dan hati nurani yang tulus. Bersikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan menepati janji. Dan menyayangi orang lain dan saling tolong menolong.
    3. Menyikapi karakter budaya bangsa.
Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap, dan bertindak.
  • Maksud dari pengertian budaya itu sendiri. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berfikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Semua itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya.
  • Memahami permasalahan budaya sosial. Sudah menjalarnya penyakit sosial yang membutuhkan pedoman hidup yang kokoh dan kuat. Ada lima kategori faktor permasalahan sosial yaitu faktor ekonomi, budaya, biologis, psikologis, dan faktor pedagosis.
  • Memahami penyakit sosial di lingkungan sekitar. Budaya yang melekat sebagai karakter, yang sudah hilang nilai kejujuran, kepercayaan, layak dipercaya dan karakter juga kebiasaan yang tidak bergagasan dari cita-cita luhur.
  • Memahami permasalahan sosial. Sudah menjalarnya penyakit sosial yang membutuhkan pedoman hidup yang kokoh dan kuat.
    4. Membangkitkan karakter bangsa dalam belajar.
Pendidikan dalam pembelajaran seseorang berkahir setelah mencapai batas pendidikan yaitu ia telah dewasa. Orang dewasa adalah orang yang menjelmakan, mengamalkan dalam tingkah laku dan sikap hidupnya sehari-hari semua nilai-nilai hidup luhur. Ditinjau dari segi sosiologis adalah kedewasaan yang diakui oleh masyarakat dimana individu itu berada. Pengakuan itu dapat berlangsung dengan sendirinya.
  • Kompetensi manusia. Potensi-potensi kita perlu mendapat perhatian dalam meningkatkan prestasi dan perlu adanya pelayanan dari berbagai pihak kependidikan untuk mendapat bimbingan agar peserta didik meningkat prestasinya.
  • Potensi dan prestasi apa yang dibutuhkan seseorang. Prestasi merupakan kemampuan yang diperlukan untuk menempuh kehidupan dengan sukses, bahagia dan secara bermartabat, misalnya kemampuan berfikir kompleks, berkomunikasi secara efektif, membangun kerjasama, melaksanakan peran sebagai insan yang bertanggung jawab.
  • Motivasi kuat prestasi meningkat. Motivasi artinya membangkitkan daya-daya dalam diri seseorang dan memberikan kesempatan sehingga seseorang tersebut mau melakukan apa saja yang ia lakukan. Pada dasarnya motivasi usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu agar seseorang mau melakukan aktivitas belajar.
    5. Menyikapi karakter dalam menghadapi iptek.
Penyelesaian masalah merupakan proses untuk mencapai kerukunan sekaligus juga merupakan kecakapan. Namun, kecakapan untuk memecahkan masalah itu lebih mempunyai kerangka daripada kecakapan untuk idagnosis inisiatif dan mendengarkan salah satu kerangka pemecahan masalah atau sering juga disebut pengambilan keputusan memiliki langkah-langkah.
  • Pemahaman masalah. Kita harus mengetahui atau memahami baik situasi yang nyata maupun situasi yang diinginkan. Ada beberapa cara untuk mengetahui situasi nyata atau keadaan yang sebenarnya dihadapi yaitu suatu masalah bisa diketahui melalui laporan, dan dari sumber lain.
  • Penjajakan alternatif-alternatif bagi penyelesaian masalah. Memberi dan mengevaluasi informasi bagi pembuatan keputusan terutama oleh mereka yang akan terpengaruh oleh suatu alternatif keputusan.
  • Memilih satu diantara alternatif-alternatif yang dievaluasi. Ada kecenderungan diantara para pembuat keputusan yang terbaik sebab ada kecenderungan diantara para pembuat keputusan untuk menggunakan informasi yang relevan (sesuai) secara sistem dalam pembuatan keputusan.
  • Implementasi dari penyelesaian yang dipilih. Perencanaan dan mempersiapkan kegiatan yang harus dilaksanakan alternatif penyelesaian tersebut betul-betul menyelesaikan masalah.
  • Pengawasan terhadap program penyelesaian. Pengawasan merupakan langkah yang terakhir dari pada langkah penyelesaian masalah. Pada tahap ini seseorang harus berusaha untuk mengetahui bahwa yang sesungguhnya terjadi sudah sesuai dengan apa yang dikehendaki.
  • Merencanakan pengembangan program. Sesuai dengan fokus kajian masalah ini, penyelenggaraan program pendidikan di sekolah yang mengarah kepada penguasaan keterampilan tertentu diperlukan pelaksanaan program kecakapan hidup menuntut pemahaman profesional (ahli) sehingga dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan mutu kehidupan.


    6. Karakter bangsa dalam kehidupan lingkungan sekitar.
  • Kekhalifahan manusia. Kekhalifahan berwawasan lingkungan hidup menjadi perhatian utama pada masa sekarang tidak bisa ditolak lagi masalah lingkungan sebagai landasan dasar untuk diatasi pemecahannya dipelihara dan dilestarikan. Sangat membahayakan orang lain dan merupakan perbuatan melawan hukum. Maka disini perlu ditetapkan aturan-aturan dalam penggunaan dan eksplotasi hak-hak pribadi dan penguasa dalam membuka arena lingkungan yang membahayakan orang lain.
  • Akal sebagai keistimewaan manusia untuk mengolah lingkungan. Ramah lingkungan yang memiliki akal sejati akan terketuk untuk memikirkan kepentingan generasi yang akan datang melalui perlakuan terhadap lingkungan yang mewujudkan lingkungan hidup yang lestari, berkesinambungan, serta memperhatikan keseimbangan siklus alam.
  • Ahlak manusia bersahabat dengan alam bukan sebaliknya. Kita diperintahkan Tuhan untuk memperhatikan alam dan segala isinya, sebagai ciptaan yang serba mewah, sempurna dan lain sebagainya. Semua semata-mata hanya kekuasaan Tuhan sebagai kehendaknya demi manusia untuk mencari ibrah, rahasia kebenaran dan hikmah dalam kehidupan untuk menempuh hakekat kebenaran hukum Tuhan.
  • Ramah lingkungan terhadap dirinya sendiri. Dengan cara mawas diri (introspeksi diri), menghitung diri (muhasabah), ramah lingkungan mencari ridla Allah, ramah lingkungan mewaspadai musuh hidup, dan ramah lingkungan terhadap maha pecipta.
  • Cermin-cermin ramah lingkungan. Diantaranya: Keyakinan melalui tawadlu’, Berlomba-lomba kepada kebaikan, Keikhlasan yang tulus, Mental juang yang tinggi, Memasrahkan diri kepada Tuhan setelah berikhtiar, Menjaga diri dalam menghadapi kehidupan, Kepedulian terhadap lingkungan, Tentukan tujuan akhir dalam ramah lingkungan, Prtioitaskan yang lebih penting, Mengalah tapi menang (3 cirinya yaitu; integritas; kematangan; mentalitas, Jadilah pendengar sejati, Bersinergi dalam ramah lingkungan, Mengasah melalui ramah lingkungan.



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Kalau kita perhatikan dengan seksama akan setiap pekerjaan manusia, yang bagaimanapun juga dimana saja, selama manusia itu mempunyai sehat akal dan pikirannya, pastilah semua pekerjaannya itu mempunyai maksud dan tujuan. Tidak satupun pekerjaan manusia itu yang tidak mempunyai maksud dan tujuan. Kecuali manusia yang sudah tidak waras lagi otaknya dab tidak sehat pikirannya. Atau dengan kata lain, kecuali manusia gila. Kalau manusia tidak memahami maksdud dan tujuan Allah menciptakan dirinya, sudah dapat dipastikan, bahwa hidupnya manusia di dunia ini akan bertolak belakang dengan kehendak Allah penciptanya, bahkan akan tersesat dan menyimpang jauh dari jalan-Nya.
Apakah moralitas bergantung pada agama? Pertanyaan ini memberikan pandangan berbeda-beda bergantung pada agama yang diyakini. Seperti yang diungkapkan Emil Brunner yang menyatakan bahwa “yang baik adalah selalu melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan pada setiap saat, kapanpun.” (Emil Brunner dalam James Rachels, 2004: 97).
Moralitas itu menyangkut soal akal dan kesadaran keagamaan dan dalam kasus tertentu, kesadaran keagamaan tidaklah menjamin pemecahan definitive terhadap masalah-masalah moral khusus yang kita hadapi.
Dalam etika islam (etika theologis) yang menjadi ukuran baik atau buruknya karakter seseorang didasarkan atas ajaran Tuhan. Segala Perbuatan yang diperintahkan, jika ia biasa melakukakknya maka ia memiliki karakter yang baik dan sebaliknya.
Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan pasti, apabila berpijak dari nilsi-nilai karakter dasar tersebut.